Djarum Santri Kuningan (DSK) Pelopori Gerakan Kemandirian Ekonomi
DokDjarum Santri Kuningan (DSK) Pelopori Gerakan Kemandirian Ekonomi
Kadugede, Kuningan – Liputan68.com – Rabu (17/06/2020). Djarum Santri Kuningan merupakan komunitas konsumen penikmat tembakau merk Djarum dari kalangan santri. Dibawah binaan sales promotor wilayah, komunitas ini berjalan dan bermetamorfosa menjadi wadah penyambung gerakan kemandirian ekonomi.
Mengapresiasi hal tersebut, PT Djarum regional Cirebon berikan fasilitasi apa yang menjadi harapan anggota DSK. Beberapa program Djarum Santri Kuningan (DSK) antara lain, pendampingan anggota yang memiliki usaha mikro, kecil menengah (UMKM), program daur ulang cangkang, pembuatan uniform seragam hasil jual produk dll.
Bertempat di Sekretariat baru DSK Jl Raya Kadugede sebelah barat KUA, Rabu, 17/06/2020 dilakukan kegiatan adzan dan sholat maghrib bersama tanda tasyakuran kantor baru sekaligus pemberian hadiah juara 1-5 kepada peserta Djarum Challenge yaitu tantangan menyanyikan kalimat terkait produk Djarum dengan lirik/syair ala Qori.
Hadir di acara ini 25 orang perwakilan pengurus dan sesepuh DSK, Sales Promotor PT Djarum wilayah Kuningan dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya Ketua Djarum Santri Kuningan, Toto. S,Pdi yang akrab disapa Mama Wali mengatakan bahwa keberadaan komunitas DSK hadir di tengah masyarakat untuk membantu sesama anggota, saling berbagi dan merasakan bersama gerakan kemandirian antar anggota DSK.
“ Adanya sekretariat DSK, untuk memakmurkan progam tidak hanya ekonomi, dakwah dan pendidikan juga kita lakukan. Program kemandirian yang di maksud adalah individu maupun kelompok dapat memanfaatkan layanan purna pakai bungkus rokok (cangkang), advokasi dan penyuluhan anggota yang punya UMKM agar akses permodalan dapat diraih. Hal ini mengingat konsumen produk Djarum mayoritaskalangan menengah kebawah. Sehingga perlu terasa asas manfaatnya, apalagi akan ada program 1 desa 1 distributor harus diperhatikan lagi ” ucap Mama Wali dengan tegas.
Didaulat berikan wejangan selaku sesepuh DSK, Abah Ilham alias Abah Djarum yang juga ketua MUI Kec Kadugede menambahkan, ‘’ niati di DSK ini untuk ibadah, agar bermanfaat untuk membantu dan berjuang besama. Baru kali ini produsen rokok berani mendekati kalangan pesantren dengan berbagai programnya, tambah simpatik..”
Merespon hal itu, Hendra, Sales Promotor yang hadir menjawab kalo pihaknya selalu mengikuti apa kemauan dari komunitas tentu perlu dikordinasikan dengan pimpinan perusahaan. PT Djarum belajar ke pesantren sehingga muncul wadah Djarum Santri Kuningan.
“ program kemitraan komunitas, muaranya untuk anggota DSK, Harga 1000/cangkang bisa dipakai modal pembentukan komunitas, pengadaan 50 seragam DSK bisa ditukar dengan 100 cangkang all varian brand. Adanya wabah Covid 19, menuntut perusahaan lebih kreatif jaring konsumen, maka muncul program 1 desa 1 distributor. Dengan 4 brand Djarum Coklat sigaret, ekstra, filter dan bold bisa juga dibentuk komunitas tersendiri “
Diakhir acara, dibagikan hadiah souvenir pemenang DSK Challenge, juara 1 diberikan kepada Abah Ilham (Abah Djarum), Juara 2 kepada Ustad Aceng Djarum, Juara ke 3 kepada Kyai Opan (JRA) Djarum. Sedangkan juara ke 4 dan ke 5 masing masing diberikan kepada Ibu Oon Caffino, dan Kang Dadawuk PN Djarum.
Menutup acara, Ketua DSK, Toto Mama Wali menjelaskan bahwa keanggotaan DSK tediri ari 32 kecamatan se kabupaten, selain itu ada juga dari kalangan ibu ibu, yang turut berperan aktif membantu jalannya kegiatan DSK. Ini sangat potensial untuk memajukan kemandirian ekonomi anggota. (AS).
Penulis : LIe
Wartawan : Aep
Editor : SF

Tinggalkan Balasan