Klaim “Orang Dekat Bupati” Minta Diistimewakan Dalam Pelayanan Adminduk? Ini Penjelasan Kepala Dispendukcapil Pacitan

Pacitan- Dekat dengan masyarakat, itu fenomena indah yang harus diciptakan oleh penguasa di daerah dalam menjalankan roda pemerintahan.

Akan tetapi, “kedekatan” dimaksud, diharapkan jangan sampai kebablasan. Sebab dalam kurun waktu Pilkada diselenggarakan secara langsung, tak sedikit masyarakat ataupun tokoh yang tergabung sebagai tim sukses pemenangan.

Berangkat dari hal inilah, tak sedikit pula sekelompok pihak karena merasa dekat dengan bupati dan wakil bupati terpilih, akhirnya banyak menjustifikasi kalau dirinya sebagai orang yang harus “disegani atau ditakuti” oleh organisasi perangkat daerah (OPD).

Fenomena semacam ini konon dikabarkan sering terjadi di OPD pelayanan publik, seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) misalnya. Mentang-mentang dekat dengan bupati, tak sedikit dari mereka yang menabrak prosedur, dengan mengatasnamakan “orangnya bupati”.

Apabila hal ini benar terjadi, mestinya OPD harus lebih bersikap tegas dan menerapkan standar egaliter atau kesamaan dalam pelayanan. Tidak ada pengecualian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Meski mereka mengklaim sebagai orang dekat bupati, tak seharusnya diistimewakan.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *