Liputan BERITA

Klaim “Orang Dekat Bupati” Minta Diistimewakan Dalam Pelayanan Adminduk? Ini Penjelasan Kepala Dispendukcapil Pacitan

Ditulis oleh Liputan68 pada 16 Maret 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan- Dekat dengan masyarakat, itu fenomena indah yang harus diciptakan oleh penguasa di daerah dalam menjalankan roda pemerintahan.

Akan tetapi, “kedekatan” dimaksud, diharapkan jangan sampai kebablasan. Sebab dalam kurun waktu Pilkada diselenggarakan secara langsung, tak sedikit masyarakat ataupun tokoh yang tergabung sebagai tim sukses pemenangan.

Berangkat dari hal inilah, tak sedikit pula sekelompok pihak karena merasa dekat dengan bupati dan wakil bupati terpilih, akhirnya banyak menjustifikasi kalau dirinya sebagai orang yang harus “disegani atau ditakuti” oleh organisasi perangkat daerah (OPD).

Fenomena semacam ini konon dikabarkan sering terjadi di OPD pelayanan publik, seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) misalnya. Mentang-mentang dekat dengan bupati, tak sedikit dari mereka yang menabrak prosedur, dengan mengatasnamakan “orangnya bupati”.

Apabila hal ini benar terjadi, mestinya OPD harus lebih bersikap tegas dan menerapkan standar egaliter atau kesamaan dalam pelayanan. Tidak ada pengecualian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Meski mereka mengklaim sebagai orang dekat bupati, tak seharusnya diistimewakan.

Kepala Dispendukcapil Pacitan, Supardianto, menegaskan, kalau OPD yang dipimpinnya selalu menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ada. “Jadi nggak ada yang kita istimewakan. Semua kami layani sama, nggak dibedakan sesuai SOP yang ada,” kata Supardianto, memberikan penjelasan atas bergulirnya kabar terkait sekelompok pihak yang mengatasnamakan orang dekat bupati.

Mantan Kepala Satpol-PP Pemkab Pacitan ini hanya memberi keterangan, kalau dirinya dan beberapa personil di Dispendukcapil kadang memahami kalau misalnya kedatangan pemohon yang mungkin ada kedekatan komunikasi dengan kepala daerah.

Entah itu tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik, atau bahkan juga wartawan. “Sepanjang mereka memenuhi SOP ya kita layani sebaik-baiknya. Tapi kalau belum memenuhi SOP, ya akan kita minta untuk melengkapi. Nggak ada yang diistimewakan dalam pelayanan di Dispendukcapil,” tegasnya. (yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian