Liputan BERITA

Kolaborasi Seni Mahasiswa dan Warga Pacitan Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

Ditulis oleh Yuyun Abdhi pada 1 Juli 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com-Semangat melestarikan budaya lokal kembali diwujudkan melalui Pagelaran Pentas Seni “Kolabras: Budaya & Kreativitas” yang mempertemukan mahasiswa Tata Kelola Seni dengan masyarakat dan para pelaku seni di Desa Sukoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan. Kegiatan yang digelar di Sanggar Song Meri, Dusun Nitikan, pada Rabu (1/7/2026) malam tersebut menjadi ruang kolaborasi sekaligus apresiasi terhadap kekayaan seni tradisi yang dimiliki Pacitan.

Berbagai kelompok seni tampil memeriahkan panggung, di antaranya Sanggar Pradapa Loka Bhakti, Sanggar Pradnya, Sanggar Sekar Arum, Sanggar Gage Penariku, Gejog Lesung Nitikan, serta penampilan Gipia and Friend dan Nofa and Friend. Ragam pertunjukan yang disajikan menunjukkan bahwa seni tradisi tetap hidup dan berkembang melalui keterlibatan generasi muda bersama masyarakat.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Luthfi Azza Azizah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan, pelaku seni, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah.

“Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni yang menarik, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama, memperkuat rasa memiliki terhadap budaya lokal, serta mendorong generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan warisan budaya bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, seni merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang harus terus dirawat melalui ruang-ruang ekspresi dan kolaborasi. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan gagasan kreatif tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Pagelaran “Kolabras: Budaya & Kreativitas” tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media edukasi budaya. Melalui pertunjukan seni, masyarakat diajak memahami bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, yang membutuhkan dukungan pemerintah, komunitas seni, dunia pendidikan, hingga generasi muda.

Dilandasi semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak kolaborasi serupa di berbagai daerah. Seni tradisi bukan hanya warisan masa lalu, melainkan kekuatan budaya yang terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Pacitan serta Indonesia.(Red/yun).

Ditulis oleh Yuyun Abdhi

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian