Akankah Terjadi di Indonesia ? Anak Mantan Diktator Memenangi Pemilihan Presiden
Filipina – Liputan68.com – Filipina kini resmi memiliki presiden baru yakni Bongbong Marcos, setelah berhasil memenangi pemilihan umum (pemilu) dan akan menggantikkan Rodrigo Duterte.
Nama, Marcos dibelakang Bongbong mengingatkan banyak orang terhadap sosok Ferdinand Marcos, mantan Presiden Filipina yang menjabat selama 21 tahun.
Ia dikenal sebagai seorang diktator dan presiden korup selama dia memimpin Filipina.
“Ferdinand Marcos dikenal juga sebagai Presiden paling korup di sana, miriplah dengan Soeharto. Dia bahkan membunuh lawan politiknya, Benigno Aquino seorang politisi yang namanya pada waktu itu menjadi harapan banyak orang Filipina untuk menggantikan Ferdinand Marcos,” kata penggiat media sosial, Denny Siregar dikutip dari laman Youtube CokroTV, pada Selasa (10/05/2022).
Menurut Denny, pembunuhan Benigno Aquino memuci demonstrasi besar-besaran di Filipina yang dipimpin langsung oleh istri Benigno Aquino yang juga mantan Presiden Filipina, yakni Cory Aquino.
“Ferdinand Marcos kemudian jatuh, dan rakyat Filipina waktu itu langsung menyerbu Istana Presiden. Di dalam Istana, rakyat Filipina yang miskin menemukan kenyataan kalau istri Ferdinand Marcos, yaitu Imelda Marcos ternyata menyimpan harta berupa ribuan sepatu dan tas brended yang sangat mahal. Imelda Marcos memang dikenal sebagai sosialita dari hasil korupsinya, sedangkan banyak rakyat Filipina yang pada waktu itu yang kelaparan,” ungkap Denny lagi.
Bongbong Marcos yang kini menjadi Presiden Filipina yang baru, ia merupakan anak kandung dari Ferdinand Marcos. Pertanyaannya sekarang adalah mengapa anak mantan diktator dan korup justu kini mendapatkan simpati dan dipilih rakyat Filipina menjadi pemimpin negaranya ? Apakah rakyat Filipina sudah lupa bila dulu ada Presiden mereka bernama Ferdinand Marcos yang korup dan membuat banyak rakyatnya kelaparan sehingga digulingkan secara paksa ?
Menurut Denny Siregar, di sinilah kehebatan Tim Sukses (Timses) Bongbong Marcos. Timses mereka berhasil membangun isu dan propaganda bahwa meski sudah berganti ganti presiden rakyat Filipina masih banyak yang terpuruk dalam kemiskinan.
“Bongbong memainkan jargon yang mirip sekali dengan jargonnya Donald Trump dulu ‘Make America Great Again’, Slogan kampanye Bongbong Marcos adalah ‘Bangkit Kembali’ mirip kampanye ayahnya dulu Ferdinand Marcos pada tahun 1965, yaitu ‘Kami akan membuat bangsa ini hebat kembali’,” ujarnya.
Denny menambahkan, jargon ini massif digaungkan lewat media sosial terutama TikTok dengan sasaran para Generasi Z atau Gen Z. Yaitu anak-anak yang lahir di era 1995-2010. Gen Z ini tidak pernah merasakan bagaimana sulitnya hidup di Era Ferdinand Marcos, bapaknya Bongbong Marcos yang kini mereka pilih sebagai Presiden Filipina.(SS)

Tinggalkan Balasan