PM Inggris Ingin Tetap Bertahan Walau 34 Menteri Dan Staf Mengundurkan Diri
London – Liputan68.com – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menentang seruan anggota parlemen untuk mundur. Dia menegaskan, roda pemerintahan akan terus berjalan. Sekalipun gelombang pengunduran diri para menteri dan stafnya, terus berlanjut.
Menyusul mundurnya dua menteri utama: Rishi Sunak (Menteri Keuangan) dan Sajid Javid (Menteri Kesehatan).
Total, ada 34 menteri dan staf yang telah mengundurkan diri Dari pemerintahan Johnson. Termasuk Nadhim Zahawi, mantan Menteri Pendidikan yang baru diangkat menjadi Kanselir.
“Jika ada keadaan, yang membuat saya merasa tak mungkin lagi menjalankan pemerintahan atau menjalankan mandat, atau kami frustrasi dengan keinginan untuk mendukung Ukraina, maka saya akan tetap melakukannya,” kata Johnson di hadapan para anggota parlemen, dalam Sidang Perdana Menteri, Rabu (06/07/2022).
“Tapi sejujurnya, tugas terus tersulit perdana menteri Marilyn diberikan mandat besar adalah untuk terus berjalan. Dan itulah yang akan saya lakukan,” imbuhnya.
Johnson yang mengalami eksodus menteri hanya dalam 24 jam, menghadapi teguran selama berjam-jam dari ketua komite paling kuat House of Commons, termasuk beberapa kritikusnya yang paling kejam di jajaran Tory.
Nasibnya dapat diputuskan segera pada hari Rabu (06/07/2022), dalam pertemuan Komite 1922, yang menetapkan aturan leadership confidence votes.
Seorang juru bicara mengatakan, Johnson yakin bakal memenangkan mosi percaya diri.
Situasi genting mulai dirasakan Johnson, saat Rishi Sunak mengundurkan diri sebagai Menteri Keuangan pada Selasa (05/07/2022) malam. Sepuluh menit berselang, giliran Menteri Kesehatan Sajid Javid melepas jabatannya.
Mereka mengaku tak bisa lagi mentolerir budaya skandal yang telah mengintai Johnson selama berbulan-bulan, termasuk pelanggaran aturan lockdown di Downing Street, yang membuat marah publik.
Usai sidang parlemen, Javid mendesak menteri lain mundur. “Masalahnya dimulai dari atas, dan saya yakin itu tidak akan berubah,” katanya.
“Kita yang berada di posisi itu, punya tanggung jawab untuk membuat perubahan itu,” sambungnya.
Gema “selamat tinggal Boris” di ruangan bersahutan, setelah Javid mengakhiri pidatonya.
Kepergian Sunak dan Javid terjadi hanya beberapa menit setelah Johnson meminta maaf, karena menunjuk seorang anggota senior Partai Konservatif, yang berhenti dari jabatannya minggu lalu setelah dituduh meraba-raba dua pria dalam keadaan mabuk.(SS)

Tinggalkan Balasan