Jelang Pendaftaran Pilkades, Desa Ketro Masih Sepi Peminat, Pemdes Terus Dorong Lahirnya Pemimpin Baru
Pacitan,Liputan68.com-Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Pacitan mulai bergulir. Sejumlah desa yang akan menggelar pesta demokrasi tingkat desa tersebut mulai diramaikan dengan munculnya figur-figur yang digadang-gadang maju sebagai bakal calon kepala desa.
Namun, suasana berbeda justru terlihat di Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung. Hingga menjelang dibukanya masa pendaftaran bakal calon, belum terlihat adanya warga yang secara serius menyatakan kesiapan untuk ikut berkompetisi dalam kontestasi Pilkades.
Penjabat Kepala Desa Ketro, Samsudin, mengakui bahwa dinamika politik di desanya masih berjalan relatif tenang. Menurutnya, belum muncul figur yang secara terbuka menyatakan diri siap bertarung memperebutkan amanah sebagai kepala desa.
“Kondisi di Desa Ketro masih cukup dingin. Belum ada kandidat yang benar-benar muncul dan menyatakan siap maju,” ujar Samsudin, Senin (6/7/2026).
ASN yang lama bertugas di Sekretariat DPRD Pacitan tersebut menjelaskan, pemerintah desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan panitia Pilkades sebenarnya telah melakukan berbagai langkah sosialisasi. Mereka turun langsung ke dusun-dusun untuk menginformasikan seluruh tahapan Pilkades sekaligus mendorong lahirnya calon-calon pemimpin yang memiliki komitmen membangun desa.
Meski demikian, hingga kini respons masyarakat masih belum menunjukkan antusiasme yang signifikan.
“Dari warga belum ada yang benar-benar berminat memunculkan diri sebagai bakal calon, padahal pendaftaran akan dibuka mulai 9 hingga 21 Juli 2026,” ungkapnya.
Samsudin berharap, waktu yang masih tersedia sebelum penutupan pendaftaran dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang memiliki kapasitas, integritas, dan semangat pengabdian untuk ikut mengambil bagian dalam proses demokrasi desa.
Menurutnya, Pilkades bukan sekadar ajang kontestasi politik, melainkan ruang demokrasi yang menjadi sarana melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa desa menuju pembangunan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memandang Pilkades sebagai momentum pendidikan politik yang sehat. Partisipasi warga, baik sebagai calon maupun pemilih, merupakan wujud nyata tanggung jawab bersama dalam menentukan arah pembangunan desa untuk enam tahun ke depan.
Dengan masih terbukanya masa pendaftaran, Pemerintah Desa Ketro optimistis akan muncul putra-putri terbaik yang bersedia mengabdikan diri demi kemajuan desa. Harapannya, Pilkades 2026 tidak hanya berjalan lancar dan kondusif, tetapi juga menghasilkan pemimpin yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat serta menjawab berbagai tantangan pembangunan di Desa Ketro.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan