Sepi Peminat, Turunnya DD dan Bayang-Bayang Keberhasilan Kades Sebelumnya Diduga Hambat Pilkades Ketro
Pacitan,Liputan68.com-Hingga memasuki hari kelima masa pendaftaran bakal calon kepala desa, belum satu pun warga Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, yang menyatakan diri maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya sekaligus keprihatinan, mengingat berbagai upaya sosialisasi telah dilakukan oleh pemerintah desa bersama panitia penyelenggara.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Ketro, Samsudin, mengungkapkan bahwa hingga Senin (13/7/2026), pendaftaran masih sepi peminat. Belum ada masyarakat yang datang untuk mengambil maupun mengembalikan berkas pencalonan.
“Sampai hari ini masih zonk, belum ada pendaftar,” kata Samsudin.
Menurutnya, pemerintah desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), panitia Pilkades, serta pemerintah kecamatan telah berupaya maksimal menyosialisasikan tahapan dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi tingkat desa tersebut. Namun, berbagai langkah yang ditempuh belum mampu mendorong munculnya calon kepala desa.
“Upaya kita melakukan sosialisasi sudah maksimal, tapi sampai saat ini belum ada satu pun pendaftar,” ujarnya.
Samsudin menduga, minimnya minat masyarakat dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah berkurangnya Dana Desa (DD) yang dinilai membuat calon pemimpin desa harus bekerja dengan ruang fiskal yang lebih sempit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Di sisi lain, keberhasilan pemerintahan kepala desa sebelumnya juga disebut menjadi tantangan tersendiri bagi calon penerus. Berbagai pembangunan infrastruktur yang telah direalisasikan meninggalkan standar kinerja yang tinggi di mata masyarakat.
ASN yang sebelumnya bertugas di Sekretariat DPRD Pacitan itu menilai, kondisi tersebut secara tidak langsung memengaruhi psikologis warga yang sebenarnya memiliki kapasitas untuk memimpin desa.
“Mungkin karena DD turun, sehingga masyarakat sedikit terhantui secara psikologis. Apalagi peninggalan kades sebelumnya sangat bagus. Mungkin mereka takut, dengan anggaran yang terbatas tidak bisa bekerja seperti kades sebelumnya,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah desa berharap masih akan muncul figur-figur terbaik yang bersedia mengabdikan diri sebagai calon kepala desa sebelum masa pendaftaran berakhir. Kehadiran lebih dari satu calon diharapkan dapat menghadirkan kompetisi yang sehat sekaligus memberikan pilihan terbaik bagi masyarakat Desa Ketro dalam menentukan pemimpin mereka untuk enam tahun ke depan.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan