Papatong, Platform Pemantau Layanan Publik dari Pemkot Bandung
BANDUNG โ liputan68.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meresmikan platform baru untuk mendukung implementasi kota pintar. Platform tersebut diberi nama Papatong (Piranti Aplikasi Monitoring). Peluncuran Papatong dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandung Oded M. Danial di Bandung Command Center (BCC) Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana No. 2, Senin (17/8/2020).
Papatong merupakan implementasi Internet of Things (Internet untuk segala/IoT) berbasis hybrid yang menggabungkan teknologi satelit dan GSM (Global System for Mobile Communications). Platform ini berfungsi sebagai pemantau dan analisis data, sehingga seluruh kinerja layanan publik di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Bandung dapat diketahui secara langsung.
Platform ini secara otomatis akan menerjemahkan laporan dari sensor-sensor yang ditempelkan pada benda-benda fisik yang ingin dikontrol dari jarak jauh. Hasilnya dianalitik secara digital untuk mendasari pengambilan keputusan pimpinan.
Papatong juga menawarkan konsep visual yang berbasis geospasial, yakni menampilkan gambar suatu ruang di atas permukaan bumi berasal dari citra satelit, secara waktu nyata (real time).
Wali Kota Bandung, Oded M Danial menjelaskan bahwa perkembangan teknologi komunikasi yang sangat cepat dan era Industri 4.0 membuat implementasi IoT tidak bisa dihindari lagi. โMau atau tidak, fase era Industri 4.0 ini harus kita masuki. Termasuk Kota Bandung yang dikenal sebagai kota pintar, kota jasa dan layanan. Hari ini, Kota Bandung coba melompat jauh, yakni dengan mengimplementasikan IoT untuk kebutuhan peningkatan kualitas layanan publik,โ ujarnya.
Penerapan teknologi IoT berbasis hybrid ini sekaligus menjadi yang pertama di Indonesia. Sehingga diharapkan, dapat bermanfaat bagi kebutuhan layanan publik atau warga Bandung, lanjut Oded.
Saat ini, Papatong sedang diujikan di Bandung Command Center dengan melibatkan beberapa kelurahan untuk purwarupa. โKarena dengan IoT ini sudah semakin sedikit adanya campur tangan manusia. Semua digerakkan oleh mesin ke mesin. Sehingga semua layanan publik akan lebih transparan, cepat, efisien, hemat biaya, terukur dalam tata kelola pemerintahan,โ ungkapnya.(JB01)

Tinggalkan Balasan