Kasus Covid-19 Aktif Di Pacitan, Salib Surabaya. Kalak BPBD Nilai Sebagai Bentuk Keberhasilan Dinas Kesehatan Dalam Melaksanakan Tracing
Pacitan, liputan68.com- Angka kasus aktif covid-19 confirm di Kabupaten Pacitan, cukup memprihatinkan. Merunut data, sampai hari ini kasus aktif covid-19 confirm di Pacitan masih menyentuh angka 356 kasus.
Fenomena tersebut mengharuskan masyarakat lebih disiplin lagi menjalankan protokol kesehatan. Utamanya 3M plus. Yaitu memakai masker, menjaga jarak fisik, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun dan menghindari berkerumun.
Meski begitu, sampai saat ini pemkab setempat belum melaksanakan langkah-langkah karantina wilayah. Sekalipun angka covid-19 aktif masih cukup tinggi.
Sementara di Surabaya dengan jumlah penduduk sekitar 3,2 juta jiwa, angka kasus covid-19 aktif hanya 277 kasus. Sedangkan di Pacitan dengan penduduk sekitar 586 ribu jiwa lebih, angka kasus covid-19 aktif masih bertengger di 356 kasus.
Terkait hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo, menilai itu sebagai wujud keberhasilan tim tracing bentukan Dinas Kesehatan, yang terus melakukan pelacakan tehadap masyarakat yang diduga memiliki kontak erat dengan pasien covid-19 confirm sebelumnya. “Sehingga banyak temuan. Tentu akan berbanding positif dengan jumlah kasus covid-19 confirm. Namun disisi lain, angka kematian bisa semakin ditekan,” kata Didik memberikan pendapat, Senin (1/2).
Dari kondisi itulah, wajar kalau Pemprov Jatim belum atau tidak memasukan Pacitan pada kelompok zonasi kuning ataupun merah sebaran covid-19. Begitupun pada kebijakan pembatasan pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM), Kabupaten Pacitan tidak masuk didalamnya.
Kalaupun saat ini pemkab memberlakukan PPKM lokal, itu sebagai upaya meminimalisir sebaran virus SARS-CoV-2. Lain itu agar masyarakat lebih disiplin lagi dalam menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19. “Yang terpenting kembali pada kesadaran dan kedisiplinan masing-masing individu. Bagaimana mereka lebih disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Agar bisa memutus mata rantai sebaran covid-19,” pungkasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan