Liputan BERITA

Badai Covid-19, Pengusaha Jaskon Di Pacitan Banting Setir Buka Pasar Rakyat

Ditulis oleh Liputan68 pada 16 Maret 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan- Badai pandemi global coronavirus disease covid-19, banyak meluluh lantakkan berbagai bidang usaha. Bukan hanya dunia perniagaan, namun usaha jasa konstruksi juga sedikit tersendat.

Karena itu, tak heran bila belakangan ini ada beberapa pengusaha jasa konstruksi di Kabupaten Pacitan, yang banting stir, membuka usaha sampingan, agar roda perekonomian mereka masih terus berjalan.

Itu seperti dilakukan Hadi Suwarno. Pengusaha optik dan pemilik beberapa perusahaan jasa konstruksi ini, sekarang melakukan diversifikasi usaha dengan membuka “pasar rakyat” di sepanjang Jl Kandjeng Djimat, Desa Tanjungsari, Kecamatan Pacitan.

Di lapak milik bapak empat anak tersebut, banyak dijual beragam kebutuhan pokok yang masih gres keluaran dari berbagai suplayer.

Entah itu mie instan, gula pasir, beras kemasan, minyak goreng, sabun dan masih banyak lainnya. Termasuk sayuran dan buah-buahan segar juga akan dijualnya. “Pelayanan di sini sama seperti toko atau pasar modern lainnya. Hanya soal harga yang berbeda. Harga barang yang kami jual disini, sama seperti di pasar tradisional. Hanya pelayanan kami yang seperti toko atau pasar modern,” kata Hadi Suwarno, Selasa (16/3).

Yang ekslusif lagi, lanjut dia, pasar rakyat ini buka 24 jam nonstop. Kecuali hari Jumat buka sampai pukul 10.00 Wib dan kembali open usai Salat Jumat. Bahkan kedepan, ia juga akan merangkul para pedagang asongan ataupun angkringan untuk berjualan di lokasi pasar rakyat miliknya tersebut. “Jadi ini memang benar-benar pasar rakyat, namun pelayanannya kita buat progres dan lebih modern. Begitupun mengenai neraca, kami selalu gunakan digital agar masyarakat benar-benar puas,” jelas pria yang juga aktif sebagai pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Pacitan ini.

Dengan dibukanya pasar rakyat tersebut, pria yang akrab disapa Nano ini berharap, agar perlambatan ekonomi akan segera pulih. Sebab pihaknya tidak akan berlaku one man show, namun juga membuka sinergitas dengan lintas pelaku usaha lainnya. “Setidaknya akan bisa menjadi stimulus bagi dunia usaha lainnya,” tandasnya. (yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian