Liputan BERITA

Jelang Festival Ronthek 2026, Pemkab Pacitan Ajak Pedagang Tertib demi Kenyamanan dan Keindahan Perhelatan Budaya

Ditulis oleh Yuyun Abdhi pada 15 Juli 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com-Menjelang pelaksanaan Festival Ronthek 2026, Pemerintah Kabupaten Pacitan mulai melakukan berbagai persiapan untuk memastikan salah satu agenda budaya terbesar di daerah itu berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat maupun wisatawan.

Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Yudo Tri Kuncoro, turun langsung ke lapangan melakukan sterilisasi kawasan yang akan menjadi rute perjalanan peserta Festival Ronthek, Rabu (15/7/2026).

Tim yang juga melibatkan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga tersebut menyambangi para pedagang kaki lima yang selama ini memanfaatkan trotoar di sepanjang jalur festival. Satu per satu pedagang diberikan pemahaman dan diajak bekerja sama untuk merelokasi lapak dagangannya sementara selama penyelenggaraan festival, yakni mulai Jumat (17/7/2026) hingga Minggu (19/7/2026).

Kepala Satpol PP Kabupaten Pacitan, Ardyan Wahyudi, menegaskan bahwa langkah tersebut bukan merupakan larangan bagi pedagang untuk mencari nafkah. Pemerintah hanya meminta agar selama festival berlangsung para pedagang membuka lapak di belakang area penonton sehingga jalur peserta tetap steril dan arus pengunjung lebih tertata.

“Imbauan ini hanya bersifat sementara selama festival berlangsung. Bukannya diminta pindah, mereka hanya diminta membuka lapak jualannya di belakang penonton,” ujar Ardyan di sela kegiatan.

Menurutnya, dukungan dari para pedagang menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana festival yang aman, nyaman, sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi ribuan pengunjung yang diperkirakan akan memadati kawasan pusat kota Pacitan.

Senada dengan itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Pacitan, Yudo Tri Kuncoro, berharap para pelaku UMKM dapat memahami kebijakan tersebut sebagai bentuk sinergi untuk menyukseskan Festival Ronthek yang telah masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN).

Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk berjualan. Namun, demi kelancaran acara, aktivitas perdagangan diharapkan dilakukan di area yang telah disesuaikan agar tidak mengganggu jalannya parade.

Selain penataan lokasi berjualan, Yudo juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan kawasan selama festival berlangsung. Menurutnya, wajah kota yang bersih dan tertata akan memberikan kesan positif bagi para tamu yang datang ke Pacitan.

“Pemkab bukan melarang berjualan, tetapi meminta agar selama kegiatan berlangsung para pedagang berjualan di belakang penonton. Kami juga berharap para pedagang tetap mengedepankan kebersihan dan keindahan kawasan selama berdagang. Ini juga menjadi bagian dari implementasi Program Asri yang diprakarsai Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.

Adapun rute Festival Ronthek 2026 akan dimulai dari depan Pendopo Kabupaten Pacitan, bergerak ke arah timur, kemudian berbelok ke kanan menuju kawasan Alun-alun. Selanjutnya iring-iringan peserta melintasi Jalan Jenderal Ahmad Yani menuju timur hingga Perempatan Penceng, dan berakhir di Jalan PB Soedirman, tepatnya di depan Dealer Motor Tanjung Pinang.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan masyarakat, Festival Ronthek 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya, tetapi juga mampu menghadirkan suasana yang tertib, bersih, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal melalui meningkatnya kunjungan wisatawan.(Red/yun).

Ditulis oleh Yuyun Abdhi

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian