Liputan KEAGAMAAN

Forkopimda Jatim Lepas Keberangkatan 220 Jemaah Umrah Menuju Tanah Suci

Ditulis oleh Liputan68 pada 16 Maret 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

SIDOARJO — LIPUTAN68.COM — Forkopimda Jawa Timur melepas keberangkatan 220 calon jemaah umrah dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya menuju Tanah Suci Makkah, Selasa (15/3/2022).

Ini merupakan rombongan kedua yang diberangkatkan dari sana setelah dua tahun bandara itu tidak melakukan penerbangan internasional, termasuk keberangkatan jemaah umrah dampak pandemi Covid-19.

Sehari sebelumnya, rombongan pertama telah diberangkatkan dari Bandara Internasional Juanda, dengan jumlah yang lebih banyak yaitu 366 orang.

Dengan menggunakan maskapai udara Garuda Indonesia, sebanyak 220 jemaah yang diberangkatkan hari ini menjalani penerbangan direct flight Surabaya-Madinah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Danlanudal Juanda, Kakanwil Kemenag Jatim, pejabat utama Kodam V Brawijaya, pejabat utama Polda jatim, Kapolresta Sidoarjo, Direktur Teknik Garuda Indonesia serta Koordinator Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus (Himpuh) Jatim, Bali dan NTB secara resmi melepas para jemaah sekaligus membuka penerbangan jemaah umrah melalui Bandara Internasional Juanda.

“Alhamdulillah pagi ini kita bersama-sama melepas keberangkatan jemaah umrah yang kedua di pekan ini. Dan ini menjadi keberangkatan yang ditunggu-tunggu setelah dua tahun ditunda karena pandemi Covid-19,” kata Khofifah.

Kepada para jemaah umroh, ia mendoakan agar mereka bisa selamat hingga pulang ke tanah air dan sehat selama di sana, serta menjadi ibadah umrah yang makbul.

Dengan dibukanya kembali Bandara Internasional Juanda untuk pelaku perjalanan luar negeri dan diawali dengan pemberangkatan umrah ke tanah suci, Khofifah berharap agar secara perlahan semua akan kembali normal.

“Saat saya menyapa mereka, ada yang terkonfirmasi asalnya Medan, ada yang dari Jogja, dan dari Kalsel pun ada. Betapa bandara ini adalah hub strategis bagi keberangkatan jemaah umroh dari berbagai provinsi,” ujarnya.

Pun dengan dimulainya kembali keberangkatan umrah dan dibukanya Bandara Juanda untuk perjalanan luar negeri, diakui dia, membawa optimisme segar bagi Jatim.

Tak hanya itu, hal ini juga akan menghidupkan kembali jalannya usaha dan travel umrah di Jatim, serta menghidupkan sektor lain mulai perhotelan, transportasi, makanan, minuman, pariwisata dan sektor-sektor lain yang berkaitan.

“Semoga ini berseiring dengan proses yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Jatim,” pungkas Khofifah.

Seperti diketahui, para jamaah umrah yang berangkat ke Tanah Suci kini sudah longgar dari segi aturan. Pemerintah Saudi Arabia telah menerbitkan peraturan di mana mereka tidak mengharuskan jemaah membawa hasil swab antigen/PCR.

Namun pada proses kepulangan jemaah kembali ke Indonesia nantinya, tetap wajib swab PCR di lokasi kedatangan mereka. Sambil menunggu swab, jemaah dipersilakan menunggu di hotel yang telah diverifikasi KKP, PHRI dan Dinkes Provinsi Jawa Timur.

Terdapat 27 hotel dengan total kapasitas 1.299 tempat tidur yang telah disiapkan oleh KKP, PHRI dan Dinkes Jatim.

Sebelumnya, Pemprov Jatim telah merilis bahwa berdasarkan data dari AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia), sebanyak 3.000 hingga 4.000 warga Jatim masuk daftar tunggu ibadah umrah pada Maret 2022. Angka itu terus bertambah tiap bulan.

Bahkan di April nanti karena Bulan Suci Ramadan, jumlah daftar tunggunya naik hingga 7.000 untuk jemaah umrah. (Rel/LM-02)

TEKS FOTO
JEMAAH UMRAH: Forkopimda Provinsi Jawa Timur melepas keberangkatan 220 calon jemaah umrah dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya menuju Tanah Suci Makkah, Selasa (15/3/2022). ISTIMEWA

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian