Kampanye Pengurangan Kantong Plastik Saat Idhul Adha Kurang Efektif Dan Hanya Ramai Di Media
Pacitan – Usaha pengurangan penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban ternyata masih sekedar ramai di media saja .
Pasalnya, masih banyak warga yang setia menggunakan kantong plastik sebagai bungkus daging dengan dalih lebih praktis, murah, dan cepat.
Peraturan serta himbauan pengurangan kantong plastik yang dikeluarkan mulai dari tingkat kementrian, provinsi, dan daerah terlihat hanya seperti iklan yang lewat.
Menurut aktifis lingkungan Pacitan, Dhinar Bayu Wijaya, selama kampanye pengurangan kantong plastik tidak disertai dengan sangsi, maka masyarakat masih menganggap biasa.
” Mau kampanye seribu kalipun, jika gak ada sangsi juga percuma. Lha yang sudah ada sangsinya aja masih dilanggar apalagi hanya sekedar himbauan.” Kata Bayu ( panggilan ) aktifis lingkungan Pacitan, Jumat (30/06/2023).
Istilah himbauan, menurut Dhinar adalah kata ambigu, sebab masyarakat akan cenderung menganggap jika hanya sekedar himbauan maka tidak masalah bila dilakukan.
” Ya kan himbauan, kalo pun tidak dilakukan kan gak salah. Dan itu adalah perspektif yang kurang pas menurut saya. Kenapa pemerintah tidak sekalian tegas, dilarang. ” Jelas Bayu.
Di beberapa kelompok masyarakat, pengurangan kantong plastik tersebut sebenarnya sudah dilakukan dengan mengganti plastik dengan besek, daun jati, daun pisang, dan membawa wadah sendiri.
Namun hal tersebut masih sangat kurang efektif. sebab diakhir cerita warga masih menggunakan kantong plastik juga untuk memudahkan membawa daging kurban.
” Benar sudah banyak yang pakai daun pisang dan besek, lha tapi saat membawanya mereka tetap pakai kantong plastik. Sama juga bohong kan. Malah double ongkos.” Jelas Wiwin Trisning, aktifis perupa lingkungan.
Perlu diketahui, kantong plastik yang kemudian menjadi sampah anorganik, memerlukan waktu puluhan tahun untuk bisa mengurai. Dan dalam proses penguraiannya, sampah tersebut akan menjadi mikroplastik. Dan sadar atau tidak hari ini tubuh kita telah dipenuhi oleh mikroplastik yang dapat menyebabkan banyak sekali penyakit, salah satunya adalah kanker.(red-yul)

Tinggalkan Balasan