Fenomena Kemarau Basah, Kunjungan Wisata Menurun. UPT PJJ Pacitan Cancut Taliwandono. Siagakan Alat Berat Dan SDM Di Lokasi Rawan Bencana
Pacitan,Liputan 68.com- Belakangan, animo kunjungan wisata ke Pacitan terus mengalami tren penurunan.
Terlebih wilayah Provinsi Jatim, tidak terkecuali di Pacitan tengah mengalami anomali cuaca.
Intensitas hujan masih cukup tinggi mengguyur spot-spot tertentu menuju obyek wisata yang ada di Kota 1001 Goa tersebut. Masyarakat menyebut fenomena cuaca ini sebagai kemarau basah.
Hal inilah yang ditengarai menjadi salah satu penyebab, menurunnya kunjungan wisata ke kampung halaman Presiden SBY ini.
Kepala UPT Pengelolaan Jalan Dan Jembatan (PJJ) Pacitan, Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim, Budi Harisantoso ikut cancut tali wandono membantu mengurai persoalan tersebut.
Khususnya kesiapan akses jalan dari Ponorogo-Pacitan, Purwantoro-Nawangan-Arjosari dan sebaliknya, agar nyaman dilalui wisatawan.
“Kami perwakilan Pemprov Jatim yang ada di Pacitan, ikut peduli menyikapi permasalahan peningkatan kunjungan wisata. Terutama kondisi jalan, saat cuaca ekstrem yang berlangsung selama Mei ini,” kata pejabat yang populis disapa BHS ini, Kamis (22/5/2025).
Menurut BHS, yang juga ahli waris trah ke-7 dari Adipati Pacitan, Kandjeng Djimat ini, sejak berlangsungnya fenomena kemarau basah, pihaknya telah menyiagakan peralatan berat di sejumlah titik.
Seperti dua unit well loader dan satu unit backhoe yang disiagakan di jalur Pacitan-Ponorogo dan satu unit lainnya di jalur Arjosari-Nawangan. “Selain itu kita juga siagakan dua unit dum truk dan satu pick-up di pul atau garasi gedung UPT PJJ.
Sehingga ketika terjadi sesuatu hal yang tidak diharapkan, semua peralatan itu siap beroperasi,” jelasnya.
Selain peralatan berat yang disiagakan di sejumlah titik rawan bencana, pihaknya juga menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni.
Salah satunya TIM Unit Reaksi Cepat (URC) sebanyak 9-10 orang dan tim tambal sulam. “Mereka standby, ketika terjadi bencana selalu siap siaga. Termasuk tim tambal sulam.
Biasanya saat hujan deras mungkin ada aspal yang bolong. Ya kita memang tidak bisa menjamin 100 persen jalan itu mulus.
Akan tetapi ketika ada lubang sekalipun hanya selebar gelas, ya langsung kita tambal. Ini salah satu upaya kami, agar pengendara utamanya mereka yang hendak berwisata ke Pacitan, merasa nyaman dan aman dari kendala. Rambu-rambu peringatan juga kita siapkan,” beber aparatur sipil negara lulusan Institut Teknologi Surabaya (ITS) ini.
Masih di kesempatan yang sama, sepupu dari mantan Wakil Bupati Pacitan, almarhum HG Soedibyo ini mengingatkan, utamanya link Arjosari-Purwantoro, yang saat ini dalam proses pelebaran badan jalan, masih banyak tercecer material dan lumpur yang meleleh di aspal jalan.

Sehingga badan jalan sangat licin ketika diguyur hujan dan menyempit. Belum lagi lalu-lalang kendaraan besar pengangkut material.
“Karena itu para wisatawan yang melintas di lokasi tersebut, agar lebih waspada dan berhati-hati mengingat badan jalan menyempit dan licin karena lelehan lumpur dari atas tebing,” pesan BHS yang juga seorang pendakwah imi.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan