oleh

Soekirman, Orang Tua Yang Teraniaya

SERDANG BEDAGAI – LIPUTAN68.COM – Keikutsertaan kembali H Soekirman maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ternyata meresahkan bagi sejumlah pihak. Langkah tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sumut tersebut untuk lanjutkan pembangunan Serdang Bedagai (Sergai) harus melewati kerikil tajam. Itu terlihat dari upaya mengganjal laju Soekirman dengan permainan politik.

Upaya menghempang jalan Soekirman yang saat ini memilih bergandengan dengan Tengku Ryan Novandi terlihat nyata. Penolakan berkas pendaftaran pasangan yang akrab disapa Beriman dan Trendi itu menjadi bukti nyata bahwa pesaing tak sanggup mengalahkan Soekirman di atas arena sesungguhnya. Untuk itu, Soekirman harus dijegal, agar tak dapat melangkah ke ring pertarungan sesungguhnya.

Hal itulah yang dipaparkan oleh Harmaini Sitorus, mantan Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Sumut kepada liputan68.com, Rabu (9/9/2020). Harmaini mengungkapkan bahwa proses tersebut harus menjadi penguat untuk pasangan Beriman dan Trendi melangkah merebutnya tiket yang telah dirampas. Kekhawatiran sejumlah pihak terhadap Beriman dan Trendi memang sangat wajar. Karena menurut Harmaini, Soekirman adalah sahabat sejuta umat, lintas agama, suku dan golongan.

Liputan JUGA  Warga Bingkat Meminta Soekirman Lanjutkan Pembangunan di Sergai

Kekuatan sosial ini sudah merupakan jalan mulus Beriman dan trendi melanjutkan pembangunan. Selain itu, Soekirman juga menunggangi jaringan komunitas yang kuat. Membuat Soekirman memiliki motor penggerak suara yang baik. Dengan kata lain, Soekirman tidak tertandingi dalam mengambil suara rakyat.

Tidak ada alasan Soekirman kalah, yang ada hanya penghentian sementara yang justru berkontribusi melahirkan empati pada orang tua tersebut. Soekirman yang sehari – hari tawarkan wajah damai dan teduh pada rakyat harus bersiap menyambut dukungan yang lebih besar. “Karena masyarakat akan melihat upaya penghempangan Beriman dan Trendi adalah gambaran kelemahan dan ketidak siapanya lawan, ” katanya.

Keputusan KPU menurut Harmaini adalah keputusan yang birokratif. Benar atau salah, Harmaini menilai akan terlihat nantinya dalam sejumlah proses hukum. Namun Harmaini tetap optimistis Soekirman akan maju dengan kekuatan kejutan. Bahkan lawan politik dipastikan akan menggelepar hadapi laju Beriman dan Trendi.

Liputan JUGA  Komitmen Wujudkan Pilkada Santun dan Damai, Relawan Millenial Lintas Paslon Bertemu

“Itu kita lihat dari sikap KPU Sergai yang tetap menolak pada pendaftaran kedua (6 September 2020) Jika pleno anggota KPUD meragukan keabsahan B1KWK dan meminta agar DPP PAN dihadirkan untuk menverifikasinya, maka itu tindakan yang sangat berlebihan, karena sifatnya verifikatif,” ucap Harmaini.

Harmaini menuturkan bahwa seorang Soekirman adalah incumbent atau petahana yang jauh dari warna petahana pada umumnya. Umumnya petahana adalah sosok yang kuat, arogan, dumeh, hedon, dan dekat dengan kesombongan. Hal itu tidak ditemukan pada beliau di Serdang Bedagai. Ia adalah petahana yang tetap periperial, humble, marginal, dan tampang kebanyakan.

(Dipa)

Saksikan video terkait berikut :

https://youtu.be/Q_zURGYhyvI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.