Salah Seorang Tim Sukses Paslon Positif Covid-19, KPU Pacitan Akan Tunda Agenda Debat Publik?
Pacitan, liputan68.com- KPU Pacitan, diharapkan menganalisa ulang sebelum menggelar tahapan debat publik, pasangan calon bupati dan wakil bupati, pada Selasa (27/10). Itu menyusul beredarnya kabar, adanya salah satu tim sukses pasangan calon yang saat ini dinyatakan positif covid-19 dan menjalani isolasi di wisma atlet.
Ketua KPU Pacitan, Sulis Setyorini, mengatakan, saat ini semua persiapan agenda debat publik, bisa dibilang sudah berprogres hingga 90 persen lebih. Sementara, ia mendapat informasi adanya salah seorang tim sukses pasangan calon yang terinfeksi covid-19, baru dari pemberitaan media hari ini. “Insyaallah persiapan sudah 90 persen lebih. Mulai persiapan materi, moderator tempat dan lain sebagainya, sudah mendekati tuntas,” jelas Sulis Setyorini, Senin (27/10).
Bahkan hari ini, lanjut dia, KPU akan mendatangkan dua tim kampanye dari masing-masing pasangan calon, guna melakukan koordinasi terkait kegiatan debat publik, Selasa malam tersebut. “Hari ini akan kembali kita plenokan lagi. Namun kalau soal pembatalan, sepertinya kecil sekali. Sebab persiapan sudah mencapai 90 persen lebih,” tutur komisoner KPU dua periode ini.
Hanya saja, sambung dia, KPU akan lebih memperketat protokol kesehatan bagi semua peserta. Atau bila perlu akan diminimalisir lagi dari 19 peserta yang telah ditentukan sesuai PKPU. “Protap di KPU, semua kami anggap positif (covid-19). Jadi kita memang lebih disiplin lagi dalam menjalankan protokol kesehatan,” tandasnya.
Sementara itu, juru bicara tim komunikasi publik gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto, menegaskan, sepenuhnya itu ranah KPU untuk memutuskan.
Sebab, GTPP sendiri juga tidak sejauh itu dalam melakukan tracing pasien. “Apakah orang tersebut tim sukses paslon atau bukan, GTPP tidak tau itu. Yang kami ketahui, orang tersebut memang beralamatkan di Desa Sirnoboyo,” terang Rachmad, ditempat terpisah.
GTPP, lanjut dia, hanya sebatas memberikan masukan-masukan, kalau seandainya kabar tersebut benar adanya. “Itu masuk ranah politik. GTPP tidak akan mencampuri,” tegasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan