Pacitan Minim Produksi Holtikultura. Cawabup Gagarin Berupaya Budidayakan Tanaman Tersebut
Pacitan, liputan68.com- Selama ini Kabupaten Pacitan, dikenal sangat minim produksi holtikultura. Tak ayal, untuk mencukupi kebutuhan tersebut, banyak mendatangkan dari kabupaten tetangga. Kecuali cabe, memang dibeberapa daerah masih cukup layak untuk dikembangkan tanaman holtikultura tersebut.
Menurut calon Wakil Bupati Pacitan, Gagarin, saat blusukan di Pasar Tulakan,
memang benar adanya kalau beberapa tahun lalu, kebutuhan sayur-mayur, banyak “di impor” dari luar Pacitan. Misalnya dari Magetan,Tawangmangu, Kediri dan Tulungagung. “Kedepan bagaimana ada peningkatan budidaya holtikultura di Tulakan dan kecamatan atau desa lain seperti Wonosobo, Wonosidi, Ketro dan Wonokarto sekitarnya,” jelasnya, Selasa (10/11).
Sementara itu, Ketua Bidang Pro Rakyat, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Pacitan, Sukatno menambahkan, di beberapa daerah yang disebutkan Gagarin tersebut, memang cocok untuk dikembangkan budidaya tanaman holtikultura.
Mengingat, tanah dan situasi kewilayahannya juga mendukung untuk dilaksanakan pengembangan pertanian. “Karakter tanah dan ketinggiannya menyerupai Kecamatan Bandar dan Nawangan, yang sejak lama ditetapkan sebagai kawasan agropolitan,” timpal pria berjampang ini.
Berkat keuletan petani dan dukungan dari pemerintah, lanjut Sukatno, saat ini beberapa komoditas holtikultura asli Pacitan, sudah mulai menguasai pasar.
Semoga nanti, ketika pasangan Indrata Nur Bayuaji-Gagarin, terpilih sebagai pasangan bupati dan wakil bupati, sektor agraris akan semakin berdaya lagi. “Keduanya (Aji dan Gagarin) memang punya komitmen kuat untuk mengembangkan rumpun agraris. Petani memang perlu di support untuk bisa memenuhi kebutuhan di daerahnya,” tandasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan