Puluhan Orang Belum Ditemukan Akibat Longsor dan Banjir Bandang di Flores Timur
Liputan68.com | Proses pencarian terhadap para korban yang hilang diterjang banjir dan tanah longsor pada Minggu, (4/4) sekitar pukul 02.00 WITA dini hari terkendala ketersediaan alat berat hal ini dikatakan Kepala Desa Nele Lamadike, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) Pius Pedang Melai.
“Kami hanya bisa mencari korban yang belum ditemukan di sekitar lokasi kejadian yang kemungkinan terapung, tetapi tidak bisa melakukan penggalian secara manual karena area dipenuhi lumpur,” katanya sebagaimana dilansir Antara Minggu (4/4/2021).
Pius mengonfirmasi perkembangan proses pencarian dengan penggalian secara manual terhadap warga yang masih hilang akibat terjangan banjir dan longsor ke kawasan pemukiman di desa itu.
Dia Menjelaskan, selain alat berat, cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah itu juga ikut menghambat proses pencarian para korban.
Mengenai jumlah korban jiwa, dia mengatakan, saat ini masih dilakukan pendataan untuk memastikan jumlah warga yang belum ditemukan.
“Tetapi jumlah yang belum ditemukan mencapai puluhan orang, karena ada puluhan rumah warga yang terkena longsoran,” demikian Pius Pedang Melai.

Tinggalkan Balasan