Liputan KESEHATAN

Bila Anak Alami Gejala Ini, Hati-hati! Hepatitis ‘Misterius’ Capai Angka 228 Kasus

Ditulis oleh Liputan68 pada 4 Mei 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

Liputan68.com | Di beberapa negara Kasus hepatitis ‘misterius’ pada anak-anak telah mencapai angka 228 kasus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan hal ini. Namun, penyebab kasus hepatitis tersebut tidak diketahui penyebabnya hingga kini.

Dari WHO Tarik Jasarevic menjelaskan bahwa hingga 1 Mei, anak-anak di setidaknya di 20 negara menderita peradangan hati yang parah dan kini tengah ditangani oleh pihak WHO. Kasus tambahan yang masih dalam penyelidikan kini mencapai 50 kasus, melansir dari New York Post, Rabu, 4 Mei 2022.

Hepatitis menyerang lebih dari 20 anak dengan gejala berupa demam, urin berwarna gelap, tinja berwarna terang, nyeri sendi, penyakit kuning, kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual, muntah dan sakit perut di 10 negara bagian Amerika Serikat.

Bahkan, beberapa anak-anak penderita penyakit ini sampai memerlukan transplantasi hati dan satu anak di Wisconsin dilaporkan meninggal dunia setelah menderita penyakit tersebut.

Penyakit ini disebut misterius dikarenakan belum diketahui asal dan penyebabnya. Apalagi, ada sejumlah kasus yang dilaporkan juga tidak memiliki hubungan yang diidentifikasi.

Tetapi, adenovirus disebut-sebut menjadi salah satu kandidat terkuat yang diduga menjadi pemicu hepatitis tersebut. Terkait adenovirus ini masih dilaksanakan penyelidikan.

Hampir di 12 negara di Eropa melaporkan potensi kasus hepatitis. Negara Inggris bahkan melaporkan jumlah kasus terbanyak yang mencapai 145 kasus. Sedangkan Amerika Serikat, Spanyol, dan Israel menyusul dengan laporan kasus hepatitis terbanyak.

Di Asia yaitu Jepang dan Singapura, dilaporkan bahwa terdapat seorang bayi berusia 10 bulan yang dirawat di rumah sakit dengan gejala serupa dengan hepatitis.

Kementerian Kesehatan RI, melaporkan bahwa tiga anak berusia dua, delapan, dan sebelas tahun meninggal dunia dan diduga karena hepatitis misterius tersebut, Senin (30/4/2022).

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat dr Siti Nadia Tarmizi, yang juga juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam laman resmi Kemenkes RI menegaskan para orang tua atau wali untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami:

  • gejala kuning
  • sakit perut
  • kejang
  • penurunan kesadaran
  • muntah-muntah dan diare mendadak
  • buang air kecil berwarna teh tua
  • buang air besar berwarna pucat

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian