Inflasi Di Kabupaten Pacitan Kembali Berlangsung. Ini Beberapa Pemicunya
Pacitan- Bebepa pekan usai perayaan hari raya kurban 1444 Hijriah, Tahun 2023, inflasi kembali berlangsung di Kabupaten Pacitan.
Beberapa komoditi bahan pokok yang menjadi stimulus terjadinya inflasi seperti halnya daging sapi, bawang putih dan cabe merah.
Kabag Perekonomian Setkab Pacitan, Sugeng Santoso mengatakan, setelah sempat terjadi deflasi, beberapa pekan kemudian inflasi kembali melaju. “Bulan Juni 2023 pada minggu 1, Kabupaten Pacitan mengalami inflasi sebesar 0,07 persen,” kata Sugeng, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (10/7).
Menurut Sugeng, tingkat perubahan harga yang menjadi penyebab terjadinya inflasi maupun deflasi sangat dipengaruhi oleh Ideks Perkembangan Harga (IPH).
Indeks Perkembangan Harga (IPH), kata Sugeng, merupakan salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen untuk 20 komoditas terpilih, khususnya di daerah perkotaan.
Perubahan IPH dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. “Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IPH dan dirapatkan setiap hari Senin,” jelas dia.
Bulan Juni 2023 pada minggu 1, Kabupaten Pacitan diakuinya mengalami inflasi sebesar 0,07 persen.
Masih menurut Sugeng, perubahan Indeks Perkembangan Harga, bila dilihat menurut provinsi, Kabupaten Pacitan menempati urutan ke 15 di Provinsi Jawa Timur.
Kabupaten yang perubahan IPH nya tertinggi di Jawa Timur adalah Kabupaten Malang yaitu sebesar 1,20 persen, sementara yang terendah adalah Kabupaten Gresik yaitu sebesar -0,71 persen.
Sementara bila dilihat secara nasional, Kabupaten Pacitan menempati urutan ke 26. Kabupaten yang IPH nya tertinggi adalah Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara yaitu sebesar 5,73 persen, dan Kabupaten yang IPH nya terendah adalah Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku yaitu sebesar -6,75 persen.
“Pada minggu 1 bulan Juli terlihat bahwa komoditas yang mengalami kenaikan adalah daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, dan bawang putih, komoditas yang tidak mengalami perubahan/stabil tidak ada.
Sementara komoditas yang mengalami penurunan adalah beras, minyak goreng, cabai rawit dan bawang merah, bila dibandingkan dengan harga rata-rata pada bulan Juni,” tandasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan