Ibarat Bapak Dan Anak, Dipimpin Sekkab Heru Birokrasi Di Pacitan Semakin Sejuk. Pasangan Mas Jiwo Layak Untuk Terus Berlanjut Di Pentas Pilbup
Pacitan,Liputan 68.com- Sejumlah sesepuh dan pini sepuh di Kabupaten Pacitan, juga ikut mendoakan pasangan “Mas Jiwo (Mas Aji dan Heru Wiwoho)” terus berlanjut menuju pentas politik pemilu kepala daerah serentak 2024.
Seperti disampaikan salah sseorang purna bakti aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkab Pacitan, Sumarsono.
Tanpa tedeng aling-aling begitu membaca pemberitaan media soal wacana “Mas Jiwo”, purna bakti pegawai Kecamatan Pacitan ini, sontak langsung mengubungi media dan menyatakan ikut mendukung wacana pasangan politikus dan birokrat senior tersebut.
” Wah mantap itu Mas (wartawan). Saya sangat setuju kalau benar di Pilbup Pacitan nanti, Mas Jiwo bisa maju sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati. Saya seneng sekali. Tak dongakne Mas, pasangan Mas Jiwo akan berlanjut,” kata Sumarsono, seraya menengadahkan kedua tangganya ke atas untuk memanjatkan doa kepada sang Khaliq, Selasa (23/4).
Menurut dia, selama bertugas sebagai ASN dan dipimpin Sekkab Heru, ia mengakui Sekkab Heru tak pernah menampakkan wajah murka di hadapan pegawai.
Sekkab Heru, sambung Sumarsono, juga lebih mengedepankan pembinaan kepada pegawai yang mungkin kedapatan membuat kesalahan. “Banyak pegawai yang mengungkapkan seperti itu. Saya juga merasakan. Pak Heru seperti seorang bapak yang selalu mengayomi anak-anaknya.
Ketika ada anaknya yang nakal, beliau lebih mengedepankan pembinaan dari pada penjatuhan sanksi. Ini yang membuat hati saya trenyuh. Mungkin juga pegawai yang masih aktif lainnya, ikut merasakan kepemimpinan seorang Sekkab Heru,” tutur dia.
Lain itu, lanjut Sumarsono, selama bertugas sebagai ASN hingga menduduki jabatan puncak sebagai top manager birokrasi, Heru Wiwoho, juga tak pernah membuat permasalahan-permasalahan, khususnya soal keuangan. Pun masalah sosial lainnya.
“Pak Heru itu lurus. Nggak pernah ada suara sumbang ini dan itu. Begitupun persoalan etika dan sosial, nggak pernah ada,” ujarnya.
Dari sisi keluarga, istrinya, Ulfah Heru Wiwoho, juga seorang ASN dan berprofesi sebagai pendidik di salah satu SMPN di Pacitan.
Meski istri seorang pejabat teras, namun tidak ada ambisi untuk minta porsi jabatan sebagai kepala sekolah atau lainnya.
“Kedua putrinya juga seorang dokter. Ini juga bukti keberhasilan dari seorang Heru Wiwoho. Tak hanya sukses memimpin birokrasi, tapi juga dalam memimpin keluarga,” jelas Sumarsono.
Masih di kesempatan yang sama, Sumarsono juga menyuarakan perubahan. Calon pemimpin Pacitan kedepan, jangan hanya didominasi oleh wakil partai politik.
“Pasangan Mas Jiwo ini yang sangat tepat, kolaborasi politikus dan birokrat. Kedepan pemerintahan akan semakin solid, dan Pacitan akan semakin maju dibawah kepemimpinan Mas Aji dan Heru Wiwoho,” ujar dia.
Lantas seandainya benar Mas Jiwo akan berlanjut di pentas Pilbup, siapa pengganti posisi Sekkab Heru yang pas?
Sumarsono berpendapat, ada dua kader birokrasi yang menurutnya pas untuk menduduki jabatan Sekkab. Satu diantaranya Kemal Pandu Partikno dan Deni Cahyantoro.
“Kalau figur, ya Kemal. Orangnya gagah, ganteng dan berpengalaman. Tapi soal senioritas ya Deni. Dua orang itu yang saya pandang pas sebagai calon Sekkab,” pungkasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan