Liputan BERITA

Aji Minta Masyarakat Optimis Kembangkan Ekonomi Ditengah Badai Covid-19. Yudi Sumbogo: Aji-Gagarin Jangan Jiplak SOP Penanganan Covid-19

Ditulis oleh Liputan68 pada 28 Oktober 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan, liputan68.com- Calon Bupati Pacitan, nomor urut satu, Indrata Nur Bayuaji, mengajak masyarakat untuk tetap optimis menghadapi kehidupan beriringan dengan pandemi global coronavirus disease (covid-19). Sepanjang, tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Utamanya dengan penerapan 3M. Yaitu memakai masker, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan hindari berkerumun.

Ia menegaskan, semua pihak harus optimis menghadapi wabah penyakit yang mendera hampir diseluruh belahan dunia tersebut. “Kita harus tetap optimis menatap hidup, ditengah wabah coronavirus.

Jangan pesimis. Disinilah pemerintah daerah harus hadir. Sebagai pemimpin, seandainya nanti kami terpilih, tentu kami akan hadir memberikan support kepada masyarakat. Bagaimana mereka tetap sehat dan ekonomi mereka tetap berjalan,” ujar Indrata Nur Bayuaji, disela-sela kegiatan debat publik yang diselenggarakan KPU Pacitan, di gedung Yayasan Bakti Ibu (Yabi), Selasa (27/10), kemarin.

Aji, begitu sepupu dari Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini karib disapa, mengajak, agar para pemuda bisa menjadi interpreneur yang lebih matang dan kuat. Sebab di masa pandemi global covid-19 ini, dunia digital yang lebih berperan dalam memajukan perekonomian masyarakat. “Pemuda harus bangkit dan menjadi interpreneur. Sebab mereka yang lebih dominan ‘menguasai’ dunia digital. Dengan begitu, ekonomi yang semula mengalami perlambatan, akan kembali bergerak,” jelasnya.

Disisi lain, calon Wakil Bupati, Gagarin, lebih menekankan pada pengembangan rumpun agraris dalam pemerintahannya nanti.

Gagarin berpendapat, hampir sebagian besar perekonomian masyarakat Pacitan, ditopang sektor agraris. Bahkan sektor ini (agraris), menjadi penyumbang pendapatan daerah regional bruto (PDRB) terbesar di Pacitan. “Kita punya lautan yang luas dengan hasil benur yang melimpah. Jangan terhambat karena perubahan regulasi. Kalau perlu kedepan bagaimana, di Pacitan ini bisa mencetak para ahli untuk pengembangan budidaya benur.

Pun masalah peternakan, kedepan kita harus punya ahli yang bisa melakukan terobosan-terobosan genetika silang, untuk mendapatkan bibit unggul,” sahut calon wakil bupati berbasis Partai Golkar ini.

Namun, pendapat Indrata Nur Bayuaji, ditanggapi berbeda oleh calon Bupati Pacitan bernomor urut dua, Yudi Sumbogo. Menurut Yudi, agar pandangan calon nomor satu, tidak meniru standar operasional prosedur (SOP), penanganan covid-19 dari pusat. Ia menegaskan, butuh aksi riil dari Aji dan Gagarin, seandainya nanti mereka terpilih sebagai kepala daerah. “Kalau soal itu (penerapan 3M), itu sudah SOP pusat. Mulai di pusat, provinsi dan kabupaten/kota, sama.

Kami hanya butuh aksi riil dari Mas Aji dan Mas Gagarin, bagaimana mengembangkan ekonomi masyarakat ditengah pandemi global coronavirus seperti ini,” kata Yudi Sumbogo, memberikan tanggapan.

Selain itu, calon bupati yang masih menjabat sebagai Wakil Bupati Pacitan ini juga membantah, terkait budidaya benur yang jelas tidak akan bisa dilaksanakan di Pacitan. “Kalau dari sisi produksi, perairan di Pacitan memang sebagai ekosistem benur dan lobster. Namun kalau soal pembudidayaannya, jelas tidak mungkin bisa, karena faktor cuaca dan kondisi geografis.

Yang harus dilaksanakan, bagaimana kita bisa melakukan pelestarian benur agar anak cucu kita nanti masih bisa menikmati lobster,” jelasnya.

Sementara itu, calon Wakil Bupati Pacitan dengan nomor urut dua, Isha Anshori, hanya bisa tersenyum dan memberikan tanggapan sangat singkat. Sebab hampir semua jawaban dan pertanyaan di borong, calon bupatinya, Yudi Sumbogo.(yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian