Liputan BISNIS

Pengajuan Kredit Sepi, Jumlah Uang di Bank Melimpah, Pertanda Daya Beli Masih Sangat Lemah

Ditulis oleh Liputan68 pada 4 Desember 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

JAKARTA – LIPUTAN68.com – Pengajuan kredit kepada Bank saat ini mengalami penurunan yang signifikan, hal ini dikarenakan sektor bisnis belum bisa bergerak lancar karena efek dari pandemic COVID-19, hal ini menandakan bahwa daya beli masyarakat saat ini masih sangat lemah. Pelemahan daya beli ini bisa terjadi karena masyarakat benar-benar mengalami kesulitan finansial. Lantaran banyak industri atau bisnis yang tutup.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa memburuknya perekonomian ini, menjadi pukulan berat pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sehingga banyak para pelaku usaha yang gulung tikar. Akibatnya, pertumbuhan kredit di bank pun mengalami penurunan.

Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan, kini situasi di perbankan sedang kelebihan dana, karena tidak adanya permintaan pengajuan kredit. Hal itu terjadi karena kelesuan usaha di UMKM membuat mereka berpikir dua kali untuk mengajukan kredit. “Sekarang di bank lagi kelebihan duit. Justru yang minta kredit yang kurang. Buat apa orang minta kredit kalau enggak ada yang beli,” kata Sunarso dalam diskusi virtual, Selasa (01/12/2020).

Menurutnya, untuk menumbuhkan kredit itu bisa dengan cara membelanjakan anggaran lembaga dan institusi pemerintah. Sebab, untuk menumbuhkan daya beli dari UMKM, produk yang mereka jual itu harus ada yang membelinya.

“Menumbuhkan daya beli masyarakat untuk membeli produk UMKM itu yang penting. Stimulus yang dibutuhkan itu adalah goverment spending atau belanja negara. Itu bisa berupa subsidi, bantuan langsung. Itu belanja negara,” ujarnya.

Selain hal itu, upaya lainnya agar kredit terus tumbuh adalah dengan jalan pemerintah memberikan jaminan lebih ke bank. Hal ini karena situasinya bila ada yang meminta kredit, tapi mereka termasuk ke dalam kriteria yang berisiko tinggi. “Supaya bank tetap mau memberikan kredit, maka adanya garansi atau pun jaminan. Jadi duitnya ada, bank mau kasih kredit enggak ada. Kalaupun ada, berisiko. Maka diberikan garansi oleh pemerintah,” katanya.

Sunarso mengingatkan agar lembaga dan kementerian segera menggelontorkan anggarannya untuk dibelanjakan kepada pelaku UMKM. “Yang paling dibutuhkan sekarang stimulus dari pemerintah berupa belanja negara. Kantor-kantor juga belanja furnitur atau segala macam terhadap produk-produk dari UMKM, itu yang paling penting,” pungkasnya.(1-M)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian