Liputan BERITA

Ada Guest House dan Lapangan Sepak Bola, Sekolah Rakyat Pacitan Disebut Tak Ada Duanya

Ditulis oleh Yuyun Abdhi pada 14 September 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com-Sekolah Rakyat (SR) yang berdiri di Kabupaten Pacitan tidak sekadar menawarkan ruang belajar bagi peserta didik. Di balik program pendidikan tersebut, tersedia fasilitas penunjang yang dirancang untuk membuat para siswa nyaman selama menjalani aktivitas belajar dan tinggal di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan, Heri Setijono, menyebut fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat tergolong lengkap, bahkan menurutnya sulit ditemukan padanannya di tempat lain.

“SR ini memang memiliki fasilitas yang luar biasa, tidak ada bandingannya. Ada guest house, lapangan olahraga seperti sepak bola dan bukan mini soccer, serta ada lapangan basket,” terang Heri, Senin (14/9).

Tidak hanya sarana olahraga, lingkungan Sekolah Rakyat juga dilengkapi tempat ibadah. Tersedia masjid bagi peserta didik muslim serta rumah peribadatan yang dapat digunakan oleh siswa maupun penghuni yang beragama nonmuslim.

Kelengkapan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk beraktivitas, beristirahat, dan menjalani kehidupan sehari-hari secara nyaman.

Dari sisi kebutuhan dasar, peserta didik juga mendapatkan layanan konsumsi selama berada di sekolah. Makanan disediakan tiga kali sehari, ditambah makanan ringan atau snack sebanyak dua kali.

Bahkan, menurut Heri, peserta didik tidak perlu khawatir mengenai porsi makanan yang tersedia.

“Kalau makannya banyak ya bisa tambah banyak,” ujar Heri sembari berkelakar.

Menurutnya, kelengkapan fasilitas tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan peserta didik selama berada di Sekolah Rakyat telah diperhatikan secara menyeluruh. Tidak hanya pendidikan dan tempat tinggal, aspek kenyamanan, kesehatan lingkungan, aktivitas fisik hingga kebutuhan spiritual juga mendapat perhatian.

Heri juga menepis anggapan bahwa peserta didik yang merasa kurang betah berada di Sekolah Rakyat disebabkan oleh keterbatasan fasilitas.

Jika ada siswa yang belum kerasan, kata dia, persoalan tersebut lebih mungkin berkaitan dengan proses adaptasi. Terlebih, sebagian anak harus menjalani pengalaman baru dengan tinggal dan beraktivitas jauh dari orang tua.

“Kalau fasilitas mirip seperti di hotel. Kamar mandi dengan closet duduk, ada shower dan selalu dirawat kebersihannya,” jelasnya.

Dengan berbagai fasilitas tersebut, Sekolah Rakyat di Pacitan diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak. Lingkungan yang nyaman, fasilitas yang memadai, serta pendampingan pendidikan diharapkan dapat membantu peserta didik membangun kemandirian sekaligus mempersiapkan masa depan mereka.(Red/yun).

Ditulis oleh Yuyun Abdhi

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian