Inflasi Pacitan Minggu Ketiga Agustus Capai 2 Persen, Daging Sapi Paling Berpengaruh
Pacitan,Liputan68.com-Perkembangan harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Pacitan kembali menunjukkan dinamika pada pekan ketiga Agustus 2026. Berdasarkan pengolahan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Pacitan pada minggu ketiga Agustus tercatat mengalami inflasi sebesar 2,00 persen.
Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya harga daging sapi, cabai rawit, dan daging ayam ras. Ketiga komoditas itu menjadi penyumbang terbesar terhadap perubahan harga di Kabupaten Pacitan selama periode tersebut.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Pacitan, Ayub Setyo Budi, mengatakan perkembangan harga pangan terus menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama terhadap komoditas yang memberikan andil cukup besar terhadap inflasi.
“Pada minggu ketiga Agustus, IPH Pacitan berada pada angka 2,00 persen. Komoditas yang memberikan andil terbesar adalah daging sapi, cabai rawit, dan daging ayam ras,” ujar Ayub, Senin (24/8).
Secara regional, posisi Pacitan berada di urutan keenam di Jawa Timur. Pacitan juga menempati peringkat ke-12 di Pulau Jawa dan urutan ke-48 secara nasional dalam perkembangan IPH minggu ketiga Agustus 2026.
Di Jawa Timur, IPH tertinggi tercatat di Kabupaten Sidoarjo sebesar 2,60 persen, disusul Kabupaten Lamongan 2,40 persen, Kabupaten Blitar 2,24 persen, Kabupaten Situbondo 2,16 persen, dan Kota Blitar 2,04 persen. Pacitan berada tepat setelah lima daerah tersebut dengan capaian 2,00 persen.
Jika dibandingkan dengan perkembangan harga pada bulan sebelumnya, situasi tersebut menunjukkan adanya perubahan arah. Pada Juli 2026, IPH Pacitan secara bulanan atau month to month tercatat -3,71 persen. Sementara pada minggu ketiga Agustus, IPH berbalik menjadi 2,00 persen.
Adapun secara tahunan atau year on year pada Juli, IPH Pacitan tercatat -0,92 persen, sedangkan secara tahun kalender atau year to date mencapai -5,84 persen.
Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Pacitan menunjukkan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga selama Agustus.
Pada minggu ketiga Agustus, kenaikan terutama terlihat pada minyak goreng, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, dan cabai rawit bila dibandingkan dengan rata-rata harga Juli 2026.
Sementara itu, beberapa komoditas relatif stabil, antara lain beras medium, MinyaKita, pisang, dan jeruk. Di sisi lain, harga bawang merah, bawang putih, dan gula pasir tercatat mengalami penurunan.
Untuk Pacitan sendiri, daging sapi memberikan andil perubahan terbesar sebesar 1,4962, diikuti cabai rawit 0,5352 dan daging ayam ras 0,5155.
Pola tersebut menunjukkan tekanan harga pada pekan ketiga Agustus terutama berasal dari kelompok pangan hewani dan hortikultura. Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah daerah lain di Jawa Timur, meskipun dengan komposisi komoditas dan besaran andil yang berbeda.
Di Kabupaten Sidoarjo, misalnya, kenaikan IPH sebesar 2,60 persen terutama dipengaruhi daging ayam ras, daging sapi, dan beras. Sementara di Kabupaten Lamongan, cabai rawit menjadi penyumbang terbesar dengan andil 1,8278, disusul daging ayam ras dan cabai merah.
Ayub menegaskan pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi gejolak harga, terlebih sejumlah komoditas pangan memiliki karakteristik harga yang sangat fluktuatif.
Menurut dia, data perkembangan harga menjadi salah satu pijakan penting bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah pengendalian inflasi serta menjaga keterjangkauan harga di tingkat masyarakat.
“Pemantauan terus dilakukan terhadap komoditas yang mengalami kenaikan maupun penurunan. Ini penting agar perkembangan harga dapat segera diketahui dan langkah pengendalian bisa dilakukan sesuai kondisi di lapangan,” katanya.
Pergerakan IPH Pacitan sepanjang 2026 sendiri menunjukkan fluktuasi yang cukup dinamis. Pada Januari IPH tercatat -5,21 persen, kemudian meningkat menjadi 4,73 persen pada Februari dan 1,28 persen pada Maret. Selanjutnya, IPH kembali turun menjadi -2,87 persen pada April, naik 1,03 persen pada Mei, dan kembali turun -1,09 persen pada Juni.
Pada Juli, IPH kembali berada di zona deflasi dengan angka -3,71 persen. Namun memasuki Agustus, tren tersebut berbalik. Hingga minggu ketiga, IPH telah mencapai 2,00 persen.
Dengan kondisi tersebut, perkembangan harga komoditas pangan di Pacitan masih perlu dicermati, khususnya daging sapi, daging ayam ras, dan komoditas cabai yang menjadi kontributor utama kenaikan harga pada pekan ketiga Agustus.
Pemerintah daerah pun diharapkan terus memperkuat koordinasi pemantauan pasokan dan harga di pasar agar gejolak harga tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang lebih besar serta daya beli masyarakat tetap terjaga.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan