Liputan BERITA

Ferdinand Menyangsikan Pemberitaan Media yang Mengkaitkan Gibran Dalam Kasus Korupsi

Ditulis oleh Liputan68 pada 22 Desember 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

JAKARTA – LIPUTAN68.com – Kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) Covid-19 masih terus bergulir hingga saat ini, dan kini kabar terbaru yang beredar ikut menyeret nama Gibran Rakabuming Raka, putra pertama dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Beberapa waktu yang lalu, laporan investigasi yang dimuat oleh salah satu media menyebutkan bahwa Gibran diduga menjadi pihak yang merekomendasikan PT Sritex untuk ikut terlibat dalam pembagian jatah bansos.

Tidak itu saja, PT Sritex juga dikabarkan menerima pesanan tas bantuan sosial sebanyak 10 juta kantong, yang semula pengadaan tas ini akan diserahkan pada usaha kecil-menengah.

Dengan mencuatnya dugaan keterlibatan Gibran dalam skandal korupsi bansos Covid-19 ini, mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menyangsikan pemberitaan media ini karena tidak ada keterangan jelas terkait narasumber dan penyidik yang menginvestigasi.

Menarik membaca isi berita ini, namun tak bs dipercaya serta merta. Perlu diperjelas narasumbernya siapa, penyidik siapa? Spy kebenaran informasi bisa dipertanggungjawabkan dan tdk berlindung dibalik nama anonim.

Apakah penyidik jg bs membocorkan pemeriksaan ke media? @KPK_RIΒ 

Menurutnya, hal ini perlu diselidiki agar berita yang menyeret nama Gibran tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

β€œSpy kebenaran informasi bisa dipertanggungjawabkan dan tdk berlindung dibalik nama anonim,” ujarnya.

Sebelumnya, Ferdinand menyinggung media yang memberitakan keterlibatan Gibran tersebut lantaran berita yang dipublikasikan di portalnya tidak dapat diakses.

β€œkedua berita ini kalau linknya di klik yg keluar 404 error not found. Ada apa dengan @tempodotco? Beritanya salah? Berita tidak bisa dipertanggungjawabkan? Atau ada apa?” ujarnya dalam cuitan yang lain.

Tak hanya itu, Ferdinand menilai media bersangkutan terkesan asal-asalan dan cenderung menampilkan berita kurang berkualitas.

Ferdinand menganggap bahwa media yang menyebar berita dengan menyeret nama Gibran telah turun kualitasnya.

Untuk diketahui, selain skandal korupsi yang turut menyebut nama putra Joko Widodo itu, tersiar kabar lain yang mengatakan bahwa uang suap yang diterima oleh Mensos Juliari Peter Batubara juga dipakai untuk memenangkan calon kepala daerah dari PDI Perjuangan dalam Pilkada yang digelar pada 9 Desember 2020 lalu.(1-M)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian