Liputan BERITA

Pilbup 2024, PDI-P Pacitan Kembangkan Tiga Opsi: Mengusung, Merapat Atau Diam.

Ditulis oleh Liputan68 pada 8 Juli 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Sebulan jelang pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati pada perhelatan Pilbup serentak 2024, PDI-P Pacitan, belum menentukan langkah politiknya.

Siapa pasangan calon yang akan mereka usung dan dengan partai mana akan berkoalisi, sejauh ini masih memunculkan teka-teki besar.

Bendahara DPC PDI-P Pacitan, Heru Setianto dalam keterangan persnya menegaskan, sementara ini PDI-P masih diam menunggu petunjuk dan instruksi dari pusat. “Kita (PDI-P) diam, Mas (wartawan). Tunggu keputusan pusat,” kata wakil rakyat empat periode ini, Senin (8/7).

Meski begitu, politikus banteng moncong putih ini mengakui, sudah ada tiga bakal calon bupati dan wakil bupati yang ikut mengambil formulir pendaftaran di sekretariat DPC PDI-P. Dua dari mereka sebagai bakal calon bupati dan satu pendaftar sebagai bakal calon wakil bupati.

Ketiga dari mereka seperti Miko, yang merupakan pengurus di jajaran DPP PDI-P, Ketua GMNI, Muhammad Tonis Dzikrullah dan Ketua DPRD Pacitan, Ronny Wahyono.

“Dari ketiga pendaftar tersebut hanya satu yang mengembalikan formulir, yaitu Muhammad Tonis Dzikrullah. Sedang dua lainnya tidak mengembalikan ke DPC.

Tapi kalau mereka langsung berkomunikasi dengan provinsi atau pusat, kami yang di kabupaten tidak memahami. Sebab tidak ada salahnya seandainya mereka langsung berkomunikasi ke provinsi maupun pusat,” jlentrehnya.

Diketahui pada perhelatan Pilbup 2024, partai pemenang pemilu nasional ini tidak memiliki auto tiket pencalonan di Pacitan, lantaran hanya mendapat 6 kursi DPRD pada Pileg lalu.

Dengan begitu, mau tak mau partai besutan Presiden ke-lima RI, Megawati Soekarno Putri ini harus berkoalisi dengan partai lain untuk memenuhi parliamentary threshold (PT) agar bisa mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Lantas dengan partai mana, PDI-P akan bergabung? Heru menegaskan, pusat yang akan memutuskan. “Di Pilbup 2024 ini kita punya tiga opsi. Yaitu mengusung, merapat atau diam. Keputusan ada di pimpinan provinsi atau pusat. Kita tinggal jalankan perintah.

Selama ini kita sudah melaporkan kondisi Pacitan. Ya kita, menunggu dan diam,” pungkasnya. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian