Modus Baru Penipuan Digital: Nama Wakil Bupati Pacitan Dicatut, Masyarakat Diminta Lebih Cermat
Pacitan,Liputan 68.com- Kejahatan berbasis digital terus berkembang dengan modus yang semakin berani. Kali ini, pelaku penipuan mencatut nama dan jabatan Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, untuk mengelabui masyarakat melalui pesan WhatsApp.
Pesan tersebut beredar dengan mengaku sebagai Wakil Bupati Pacitan dan menyasar sejumlah pengurus lembaga, termasuk institusi pendidikan. Pelaku menggunakan identitas lengkap beserta gelar akademik untuk meyakinkan calon korban.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, Bakesbangpol Pacitan, Ratna Budiono, menegaskan bahwa pesan yang beredar tersebut dipastikan hoaks dan merupakan bentuk penipuan.
“Beredar pesan WhatsApp yang mengatasnamakan Wakil Bupati Pacitan. Itu hoaks penipuan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya,” ujar Ratna, Senin (9/2/2026).
Ratna menjelaskan, penipuan digital dengan mencatut nama pejabat negara merupakan modus lama yang terus dimodifikasi. Umumnya, pelaku memanfaatkan jabatan publik untuk membangun kepercayaan, lalu secara perlahan mengarahkan korban pada permintaan tertentu, seperti bantuan dana, data pribadi, atau fasilitas.
Masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai pesan dari nomor tidak dikenal, meskipun menggunakan nama pejabat atau instansi resmi. Komunikasi resmi pemerintahan pada umumnya dilakukan melalui saluran dan nomor yang telah terverifikasi.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan:
1.Tidak merespons pesan mencurigakan dari nomor tak dikenal.
2.Tidak memberikan data pribadi, kode OTP, maupun transfer uang.
3.Melakukan konfirmasi ke instansi terkait melalui saluran resmi.
Segera melaporkan pesan penipuan kepada aparat atau pihak berwenang
Pemerintah daerah berharap masyarakat semakin melek literasi digital dan tidak mudah terprovokasi oleh pesan yang mengatasnamakan pejabat publik.
“Kewaspadaan dan verifikasi adalah kunci utama agar tidak menjadi korban kejahatan digital,” pungkas Ratna.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan