PANCASILA: PONDASI WAWASAN KEBANGSAAN YANG KOKOH UNTUK INDONESIA MAJU
Oleh: Sutan Siregar
Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Di tengah hiruk-pikuk dinamika politik dan derasnya arus globalisasi, bangsa Indonesia kembali dihadapkan pada pertanyaan mendasar: sejauh mana Pancasila bisa menjadi pondasi wawasan kebangsaan kita? Apakah ia hanya sebatas hafalan di bangku sekolah, atau benar-benar menjadi kompas dalam melangkah menuju Indonesia Maju. Dalam kondisi saat ini, penguatan ideologi negara menjadi kebutuhan yang sangat mendesak untuk masa depan bangsa.
Pancasila bukanlah warisan yang hanya kita agungkan dalam upacara seremonial. Ia adalah ideologi yang hidup, yang digali oleh para founding fathers dari akar budaya Nusantara. Sebagaimana dikemukakan oleh Yudi Latif, seorang cendekiawan yang banyak menulis tentang Pancasila, di jantung kelima sila tersebut berdetak jiwa gotong royong yang menjadi penopang utama keberlangsungan bangsa. Jiwa inilah yang membuat Indonesia, meskipun memiliki beragam tantangan sosial dan ekonomi, masih bertahan sebagai negara yang berkembang secara kesejahteraan sosial. Ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai Pancasila, terutama dalam kehidupan komunitas, masih hidup dan menjadi perekat sosial.
Untuk mewujudkan Indonesia Maju, kita tidak boleh membiarkan Pancasila hanya menjadi simbol tanpa makna moral dan historis. Yang dibutuhkan saat ini adalah menghidupkan kembali Pancasila sebagai ideologi yang benar-benar membimbing arah perjalanan bangsa. Pancasila harus menjadi inspirasi dalam setiap langkah pembangunan nasional.
Langkah konkret penguatan Pancasila harus dimulai dari dunia pendidikan. Pembaruan kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) menjadi keniscayaan agar generasi muda tidak buta sejarah dan justru lebih mengenal pemikiran para tokoh bangsanya sendiri. Dengan demikian, akan lahir generasi yang kuat, berkarakter, serta mampu bersaing di tengah tantangan global.
Selain itu, kita juga perlu membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap Pancasila sebagai solusi atas berbagai persoalan kebangsaan. Kepercayaan ini lahir dari pemahaman bahwa Pancasila merupakan titik temu sekaligus titik tumpu bagi bangsa Indonesia yang majemuk. Tanpa kepercayaan tersebut, bangsa ini akan terus terjebak dalam pragmatisme dan oportunisme yang justru menghambat kemajuan.
Menuju Indonesia Maju bukanlah sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi semata. Kemajuan sejati adalah ketika demokrasi mampu menghadirkan keadilan sosial, ketika kritik yang membangun disampaikan dalam koridor persatuan, serta ketika setiap kebijakan publik benar-benar berpihak pada kesejahteraan seluruh rakyat. Dalam hal ini, Pancasila menyediakan jalan tengah yang bijaksana.
Oleh karena itu, sudah saatnya kita merawat kembali pondasi wawasan kebangsaan ini dengan penuh kesungguhan. Pancasila tidak boleh hanya megah di mimbar pidato, tetapi harus berdenyut dalam kebijakan, hadir dalam tindakan, dan menjadi ruh dalam setiap langkah pembangunan bangsa. Dengan fondasi yang kokoh, cita-cita Indonesia Maju yang berkeadilan dan berperadaban bukanlah sekadar impian, melainkan tujuan yang dapat diwujudkan bersama.

Tinggalkan Balasan