Liputan DAERAH

Momen Gubernur Melki Beli Tanaman dari UPTD Perbenihan Dinas Pertanian Provinsi NTT di CFD El Tari

Ditulis oleh Editor NTT pada 28 Maret 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

NTT, Liputan68.com- Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan El Tari, Kota Kupang, Sabtu pagi, 28 Maret 2026 terasa istimewa. Di tengah aktivitas warga berolahraga dan bersantai, hadir sebuah momen yang mencuri perhatian: Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang sedang berjalan-jalan santai langsung membeli berbagai anakan tanaman dari UPTD Perbenihan, Ketahanan Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kehadiran orang nomor satu di NTT itu bukan sekadar simbolis. Usai memilih sejumlah bibit, tanaman tersebut langsung dibawa ke rumah jabatan (rujab) gubernur untuk ditanam.

Aksi sederhana namun bermakna ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan pertanian lokal sekaligus memotivasi jajaran dinas untuk terus berinovasi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz B. Oemboe Wanda, menjelaskan bahwa NTT memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas pertanian, terutama di sektor hulu seperti perbenihan.

“Kunci pertanian ada di benih. Kami berupaya menyiapkan benih sesuai prinsip 6 tepat, termasuk tepat kebutuhan dan tepat kualitas. Melalui UPTD Perbenihan, kami memproduksi berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura untuk mendukung petani,” jelasnya.

Beragam komoditas disiapkan, mulai dari padi, jagung, kacang-kacangan hingga anakan cabai, tomat, mangga, jeruk, sawo, serta tanaman hias seperti bougenvil, mawar, hingga tanaman herbal.

Semua ini diproduksi di 17 kebun dinas yang tersebar di wilayah Timor, Flores, Sumba, hingga Rote.

Menariknya, kebun-kebun tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu strategi yang dilakukan adalah penjualan langsung kepada masyarakat melalui kegiatan CFD.

“Kami hampir setiap minggu hadir di CFD El Tari. Ini menjadi terobosan untuk mendekatkan produk pertanian kepada masyarakat sekaligus mendorong peningkatan PAD. Target kami tahun 2026 sebesar Rp11 miliar,” ungkap Joaz.

Ia pun menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur yang tidak hanya datang meninjau, tetapi juga membeli produk yang dijual.

“Kami sangat berterima kasih. Kehadiran dan dukungan Pak Gubernur menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memaksimalkan potensi yang ada,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Perbenihan, Ketahanan Pangan dan Hortikultura, Samuel Kefi, menegaskan bahwa kegiatan di CFD tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga edukasi.

“Kami ingin masyarakat memahami pentingnya menggunakan bibit berkualitas. Di sini kami juga memberikan edukasi cara merawat tanaman, sehingga masyarakat tidak hanya membeli, tetapi juga bisa menanam dan memanfaatkannya,” jelasnya.

Menurutnya, edukasi ini menyasar semua kalangan, termasuk anak-anak, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya pertanian sebagai sumber pangan.

Dengan harga bibit yang terjangkau, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp100 ribu, masyarakat tampak antusias.

Anakan sayuran seperti cabai dan tomat, serta tanaman buah seperti mangga dan jeruk, menjadi yang paling diminati.

Momen Gubernur membeli dan langsung menanam bibit di rujab pun menjadi simbol kuat bahwa pertanian bukan hanya urusan petani, tetapi tanggung jawab bersama.***

Ditulis oleh Editor NTT

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian