Liputan DAERAH

Sekolah Abdi Kasih Bangsa Gelar Seminar Pendidikan Seks Remaja di Era Digital, Disdikbud Kupang Tekankan Peran Orang Tua

Ditulis oleh Editor NTT pada 28 Maret 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

NTT, Liputan68.com- Sekolah Abdi Kasih Bangsa menggelar seminar bertajuk “Pendidikan Seks bagi Remaja di Era Digital” yang berlangsung di Gedung Pertemuan Lantai 3 GMIT Koinonia, Jalan Jenderal Soedirman, Kuanino, Sabtu (28/3) siang.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji, yang menilai inisiatif sekolah tersebut sebagai langkah nyata dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Menurut Ernest, pelibatan orang tua dalam seminar ini menjadi poin penting. Ia menegaskan bahwa orang tua memiliki peran strategis dalam mendampingi anak, khususnya saat mengakses berbagai konten di media sosial melalui gadget.

“Orang tua harus terlibat aktif dalam melakukan pendampingan terhadap anak-anak ketika mereka mengakses media digital. Ini penting agar anak tidak terpapar dampak negatif dari penggunaan media sosial,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah kasus yang terjadi di Kota Kupang saat ini tidak terlepas dari pengaruh media sosial. Oleh karena itu, penguatan literasi digital dan edukasi bagi orang tua dinilai sangat mendesak.

“Media sosial memiliki kontribusi besar terhadap berbagai persoalan. Karena itu, literasi digital dan pendampingan orang tua menjadi kebutuhan utama saat ini,” tambahnya.

Seminar ini turut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang, Dinas Kesehatan Kota Kupang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang, akademisi dari Universitas Nusa Cendana (Undana), aktivis HIV/AIDS, hingga pihak Kepolisian.

Kehadiran lintas sektor ini memberikan edukasi komprehensif kepada para orang tua terkait cara mendampingi anak di tengah perkembangan teknologi dan isu kesehatan reproduksi.

Ernest berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu momentum saja, melainkan dapat berlanjut melalui diskusi-diskusi yang lebih terarah serta melahirkan langkah strategis ke depan.

“Kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut dan menjadi contoh bagi sekolah lain. Bahkan, telah ada komitmen untuk menghadirkan ruang diskusi lanjutan guna menyiapkan langkah-langkah strategis yang bisa diterapkan, minimal dari Sekolah Abdi Kasih Bangsa dan kemudian ditiru oleh sekolah lainnya,” pungkasnya.

Seminar yang berlangsung sejak pukul 14.00 WITA ini menjadi wujud kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan berbagai pihak dalam membangun kesadaran bersama demi menciptakan generasi muda yang cerdas, sehat, dan bijak dalam menghadapi era digital.***

Ditulis oleh Editor NTT

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian