Sekertaris IDI Pacitan, Kasus Kematian Karena Covid-19 Lebih Didominasi Adanya Komorbid
Pacitan, liputan 68.com- Sekertaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pacitan, Johan Tri Putranto, berpesan agar masyarakat jangan terlampau kepanikan menghadapi badai coronavirus disease (covid-19) yang sampai detik ini masih terus berlangsung.
Diakuinya, virus jenis SARS-CoV-2 tersebut memang terbilang ganas dan mematikan. Namun begitu, belajar dari kasus kematian secara nasional, akibat serangan covid-19, terbilang relatif landai dibandingkan badai mers yang berlangsung sebelumnya. “Covid-19 ini memang tergolong virus ganas, serangannya sporadis, namun lebih masif dan cepat,” kata dokter umum yang juga menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Gondosari, Kecamatan Punung, Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan ini, Rabu (14/10).
Menurut Johan, dari 171 kasus covid-19 terkonfirmasi di Pacitan, empat orang diantaranya meninggal dunia. Namun perlu dipahami, ke empat pasien wafat tersebut, memang ada komorbid, sebelum yang bersangkutan terinfeksi covid-19.
“Jadi komorbid itulah yang lebih memperburuk kondisi pasien, setelah terinfeksi covid-19. Artinya, mereka wafat bukan semata-mata karena terinfeksi covid-19. Kondisi kesehatan pasien semakin memburuk, ketika komorbid sulit diatasi,” jelasnya.
Karena itu, ketika ada pasien yang confirm terjangkit coronavirus, sebelum dilakukan isolasi, tim dokter akan melakukan assessment terlebih dulu. Hal itu dilakukan, guna mengetahui apakah yang bersangkutan ada komorbid ataukah tidak. “Sehingga dalam perawatan dan pemantauan selama masa isolasi, si pasien tersebut harus mendapatkan perhatian serius. Kalau memang ada komorbid. Dengan begitu, resiko kematian akan bisa semakin diminimalisir,” tandasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan