Liputan BERITA

Pasokan Elpiji 3 Kg Seret, Antrean Kembali Mengular di Pacitan

Ditulis oleh Yuyun Abdhi pada 26 Juli 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com-Ketersediaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram kembali menjadi persoalan di Kabupaten Pacitan. Dalam beberapa hari terakhir, warga mengaku kesulitan mendapatkan gas melon di pangkalan sehingga harus rela mengantre demi memperoleh satu tabung.

Kelangkaan tersebut memaksa sebagian masyarakat mencari alternatif dengan membeli di tingkat pengecer. Namun, pilihan itu harus ditebus dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga di pangkalan.

Sri, salah seorang warga sekaligus pengguna gas elpiji 3 kilogram, menuturkan bahwa untuk mendapatkan satu tabung gas di pangkalan yang berada di kawasan Kelurahan Pucangsewu tidak lagi semudah biasanya. Ia harus datang lebih awal dan mengantre bersama warga lainnya.

“Kalau tidak dapat di pangkalan, ya terpaksa membeli ke pengecer. Harganya lebih mahal, ada yang menjual Rp22 ribu sampai Rp24 ribu per tabung,” ujarnya, Ahad (26/7).

Menurut Sri, kondisi ini mulai dirasakan sekitar tiga hari terakhir. Untuk mengantisipasi agar seluruh warga tetap kebagian, pihak pangkalan menerapkan pembatasan pembelian, yakni satu orang hanya diperbolehkan membeli satu tabung elpiji.

Kebijakan tersebut memang dinilai mampu memperluas distribusi kepada masyarakat. Namun, di sisi lain, antrean panjang tak lagi terhindarkan. Warga yang datang terlambat pun harus pulang dengan tangan hampa atau memilih membeli di pengecer dengan harga yang lebih tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pacitan, Acep Suherman, belum dapat dimintai keterangan terkait penyebab kembali sulitnya pasokan elpiji 3 kilogram maupun langkah yang akan diambil pemerintah daerah. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon, belum membuahkan hasil karena nomor yang bersangkutan tidak aktif.

Masyarakat berharap pasokan gas elpiji bersubsidi segera kembali normal sehingga kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi tanpa harus mengeluarkan biaya lebih akibat melonjaknya harga di tingkat pengecer.(Red/yun).

Ditulis oleh Yuyun Abdhi

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian