Liputan BERITA

Desa Sooka Kecamatan Punung Pacitan, Dikenal Sebagai Tempat Penelitian Para Arkeologi. Ini Penjelasan Kades Sooka

Ditulis oleh Liputan68 pada 5 November 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan, liputan68.com- Tak salah bila selama ini Kabupaten Pacitan, dikenal sebagai daerah yang menyimpan berbagai peninggalan masa pra prasejarah adanya budaya kehidupan manusia di muka bumi.

Salah satunya ditemukannya situs pra sejarah, kali Bak Sooka dan Batu Rijang, di Desa Sooka, Kecamatan Punung. Dua tempat ini banyak bercerita awal kali manusia pra sejarah mengenal budaya dalam kehidupannya.

Seperti perbengkelan artefak. Yaitu kapak genggam, mata tombak dan mata panah,yang terbuat dari bebatuan alam. “Jadi dua situs tersebut sebagai museum alam, yang banyak bercerita tentang masa kehidupan manusia pra sejarah menuju manusia modern,” kata Eko Wahyudi, Kepala Desa, Sooka, Kecamatan Punung, Kamis (5/11).

Eko mengungkapkan, dua situs pra sejarah tersebut, masing-masing berlokasi di Dusun Ngrijangan, untuk Batu Rijang dan di Dusun Kladen untuk Bak Sooka. “Dari adanya dua situs pra sejarah tersebut, maka tak salah bila selama ini, Desa Sooka, dikenal sebagai tempat penelitian para sejarawan. Apalagi saat ini, kedua situs tersebut sudah tercatat dan terdaftar di museum Prancis,” jelasnya.

Lebih lanjut, Eko mengatakan, selama ini kedua situs tersebut banyak didatangi mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Museum Trowulan, untuk melakukan penelitian. Bahkan tak jarang mereka yang ingin meraih gelar profesor, tak lengkap sebelum datang ke Desa Sooka.

Selain itu, sambung Kades Eko, tepatnya di Dusun Kladen, saat musim batu akik di Tahun 2013-2014 lalu, bebatuan di dusun tersebut sempat mengangkat nama Pacitan hingga ke tingkat nasional bahkan dunia. “Sebab para ahli bebatuan mulia menyebut bebatuan akik dari Kladen sebagai King Kladen (Raja Kladen). Mengingat kualitas batu mulia yang jernih dan memancarkan sinar yang begitu kemilau dan bernilai ekonomis tinggi untuk dipakai sebagai perhiasan,” tukasnya. (yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian