Di Tengah Badai Krisis, Bengkel Tambal Ban di Pacitan Tetap Bergeliat, Rezeki Mengalir dari Ban Bocor
Pacitan,Liputan68.com-Ditengah hempasan badai krisis yang masih membayangi berbagai sektor usaha, jasa tambal ban di Kabupaten Pacitan justru tetap menunjukkan daya tahannya. Kebutuhan masyarakat akan layanan darurat bagi kendaraan membuat usaha sederhana ini terus bertahan, bahkan tak pernah benar-benar sepi pelanggan.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan hal tersebut adalah Maryanto, warga yang akrab disapa Maun. Pria yang membuka bengkel tambal ban menjelang bulan Ramadan lalu itu mengaku bersyukur karena usahanya hingga kini masih terus didatangi pelanggan.
“Alhamdulillah, sampai hari ini masih saja ada orang yang memanfaatkan jasa tambal ban,” ujar Maun saat ditemui di bengkelnya Timur Pendopo Pemkab Pacitan, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, ban bocor menjadi persoalan yang tak mengenal musim maupun kondisi ekonomi. Hampir setiap hari selalu ada pengendara yang datang meminta bantuannya memperbaiki ban, terutama pengguna sepeda motor.
Sejak membuka usaha tersebut, jumlah pelanggan yang pernah ia layani dalam sehari bahkan mencapai tujuh orang. Untuk jasa tambal ban sepeda motor, Maun mematok tarif Rp15 ribu per titik tambalan. Sementara untuk ban tubeless mobil, tarif yang dikenakan sebesar Rp25 ribu.
“Setiap hari selalu ada saja yang datang, utamanya sepeda motor,” tuturnya.
Meski penghasilannya tidak selalu besar, Maun mengaku bersyukur usahanya masih mampu menjadi penopang ekonomi keluarga.
Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, usaha tambal ban menjadi bukti bahwa sektor jasa yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat tetap memiliki peluang untuk bertahan dan terus menggerakkan roda perekonomian kecil di daerah.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan