Gagarin: “Jarik Jebol Ojo Di Jlembreng”
Pacitan, liputan68.com- Jarik jebol, ojo dijlembreng, ananging klemprukno (kain lebar yang rusak/sobek jangan di buka, tetapi lipatlah/ biarkan tertutup).
Begitulah filosofi Jawa, yang kembali didengungkan seorang calon Wakil Bupati Pacitan, Gagarin, dalam menyikapi kompetisi Pilbup serentak 9 Desember.
Menurut Gagarin, sesuatu hal yang kurang atau buruk dari diri sendiri ataupun orang lain, tak perlu diceritakan kepada siapapun. Namun simpanlah rapat-rapat, agar orang lain tidak mengetahui sesuatu hal yang kurang baik dari siapapun itu. “Begitupun dalam mengahadapi perhelatan Pilbup serentak 2020 ini. Kita tidak perlu mencari-cari kesalahan atau kekurangan pihak lain. Kalaupun kita tahu, cukup diri kita sendiri yang tahu. Jangan sampai dibeber ke siapapun,” terang Gagarin, memberikan wejangan, Selasa (17/11).
Mantan Wakil Ketua DPRD Pacitan ini menegaskan, pada prinsipnya tidak ada manusia sempurna dimuka bumi ini. Semua orang pasti punya masa lalu, namun mereka juga punya kesempatan untuk menatap hari esok yang lebih baik. “Jangan menilai siapapun dari sejarah masa lalunya. Namun lihatlah akhirnya nanti. Setiap manusia menyadari, tak akan pernah luput dari salah dan kekhilafan. Kesalahan itulah yang akan menjadi cambuk, untuk tidak mengulangi dan berbuat lebih baik dihari mendatang,” tuturnya.
Untuk itu, menjelang hari coblosan yang tinggal 22 hari ini, Gagarin mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk lebih menciptakan kedamaian dan kerukunan. “Kalaupun masih ada yang kurang, mari sama-sama kita lengkapi dan disempurnakan. Agar nanti, tercipta sebuah kemenangan yang lebih terhormat, bermartabat dan tidak membuat siapapun sakit hati. Lebih pererat tali persaudaraan, persatuan dan kesatuan, demi Pacitan yang lebih baik,” pesan Gagarin. (yun).

Tinggalkan Balasan