oleh

Jubir GTPP Covid-19 Pemkab Pacitan, Masyarakat Jangan Ragukan Kemampuan Pemerintah Untuk Melaksanakan Program Vaksinasi

Pacitan, liputan68.com- “Jangan menolak atau takut di vaksin, dengan alasan vaksin membuat bodoh, hanya bisnis semata, vaksin hanya konspirasi/modus.”

Demikian disampaikan juru bicara tim komunikasi publik gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto, memberikan persuasif kepada masyarakat kalau vaksin covid-19 aman dan halal untuk dipergunakan, Rabu (13/1).

Menurut Rachmad Badan POM telah memastikan keamanan vaksin Sinovac. Hal itu dengan dikeluarkannya izin penggunaan darurat dan mengumumkan hasil efikasinya sebesar 65,3 persen. “Prosentase tersebut lebih tinggi dari ketentuan WHO, untuk syarat minimal efikasi vaksin covid-19, yaitu sebesar 50 persen. Artinya dari 100 orang yang disuntik, 50 orang kebal,” jelasnya.

Liputan JUGA  Aji-Gagarin Akan Lebih Prioritaskan Rumpun Agraris

Rachmad menegaskan tidak ada efikasi yang nilainya mencapai 100 persen, ada yang 78 persen juga ada yang mencapai 90 persen. “Ini artinya masih ada sekitar 10-25 persen yang tertular penyakit. Namun sakitnya tidak berat dan tingkat infeksinya akan turun drastis, sehingga akan meminimalisir angka meninggal dan mengurangi beban rumah sakit,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pacitan ini.

Pengumuman Badan POM ini merupakan kabar sangat baik menjelang pelaksanaan vaksinasi bertahap di Indonesia dan Pacitan khususnya.

Rachmad menegaskan, sejak Tahun 1950 Indonesia sudah berpengalaman melakukan vaksinasi. Tidak sembarangan orang bisa menyuntik. Hanya mereka yang memiliki pengalaman dan diizinkan. “Karena itu masyarakat jangan meragukan pengalaman pemerintah dalam melaksanakan program vaksinasi. Karena sudah terbukti mampu menyelamatkan jutaan masyarakat,” pungkasnya. (yun).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.