Harga Rokok Lokal Pacitan Dijamin Tak Akan Mengalami Kenaikan Harga. Perputaran Uang Masyarakat Untuk Membeli Rokok Tembus Rp 1 Miliar Lebih Dalam Sehari
Pacitan, liputan68.com- Disaat pemerintah berencana menaikkan harga rokok, namun tak membuat ciut nyali bagi pengusaha rokok lintingan di Kabupaten Pacitan.
Hal tersebut seperti disampaikan, Widarto, salah seorang pengusaha rokok lintingan di Pacitan, Senin (1/2).
Pemilik pabrik rokok asal Kediri ini mengatakan, meskipun pemerintah hendak menaikan harga rokok, namun rokok kretek besutannya, dijamin tidak akan menjalani kenaikan harga. “(Rokok) buatan kami tidak akan mengalami kenaikan harga. Kami kan khusus memproduksi rokok kretek. Tak jamin nggak akan naik harga,” ujar pria yang akrab disapa Wiwit ini.
Saat ditanya mengenai daya beli masyarakat terhadap rokok lokal, Wiwit mengungkapkan, sejauh ini masih relatif stabil. Sekalipun dihempas badai pandemi covid-19, namun tidak begitu memengaruhi stabilitas produksi ataupun penjualan rokok. “Produksi maupun penjualan rokok masih stabil. Omzet kotor sebulan rata-rata masih stabil di kisaran Rp 1- Rp 2 miliar,” sebutnya.
Sementara itu pernah diberitakan, perputaran uang masyarakat Pacitan untuk membeli rokok, bisa tembus Rp 1 miliar lebih dalam sehari. Itu untuk semua jenis rokok, baik filter ataupun sigaret kretek berbagai merek.
Ini sebagai bukti, bahwa ketergantungan masyarakat terhadap rokok memang masih cukup tinggi. Bahkan tak sedikit para perokok aktif yang melontarkan guyonan, menahan lapar masih kuat, tapi menahan rokok mulut berasa asam. (yun).

Tinggalkan Balasan