Tuntut Keadilan, Sejumlah Mantan Pasien Covid-19 Confirm Di Pacitan Dikabarkan Hendak Geruduk Puskemas Tanjungsari?
Pacitan, liputan68.com- Kabar tak sedap kembali menyeruak dibalik penanganan covid-19 confirm di Kabupaten Pacitan. Informasi berkembang, Jumat (5/2) sejumlah mantan pasien covid-19 confirm, hendak melakukan aksi damai ke UPT Puskesmas Tanjungsari, Kecamatan/Kabupaten Pacitan.
Menurut kabar yang diterima media, para mantan pasien covid-19 confirm yang selama ini menjalani isolasi mandiri (isoman) hendak menuntut keadilan kepada gugus tugas.
Itu karena, selama mereka menjalani isoman, perlakuannya berbeda dengan mereka yang menjalani isolasi di wisma atlet atau rumah sakit.
Suatu misal masalah makan, obat-obatan, serta visitasi tenaga medis. “Kalau pasien yang dirawat di wisma atlet, makannya jelas ditanggung, begitupun dengan obat-obatan dan pemantauan dari tim medis.
Sementara mereka yang melaksanakan isoman, makannya tidak ditanggung begitupun dengan obat-obatan. Termasuk kunjungan bidan desa pun nyaris tak pernah dilakukan. Bedanya dimana, mereka itu sama-sama korban yang terinfeksi covid-19,” kata sumber yang meminta tidak dikorankan namanya, Kamis (4/2).
Selain itu, sumber tersebut juga mengatakan, konon bagi pasien covid-19 confirm yang menjalani perawatan di wisma atlet, setelah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, mendapat uang santunan. “Berbagai keluhan itu yang akan disampaikan di Puskesmas Tanjungsari, besok,” jelasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi penanggung jawab wisma atlet Pacitan sebagai lokasi karantina bagi pasien covid-19 confirm, dr Johan Tri Putranto, menegaskan, soal isoman itu merupakan keputusan dan kewenangan dari gugus tugas. “Jadi mungkin salah alamat, kalau misalnya jadi akan ada aksi damai, dan disampaikan ke puskesmas. Sebab soal isoman itu kewenangan dari gugus tugas. Kami yang di puskesmas hanya menjalankan sesuai keputusan,” tegasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan