Denyut Ekonomi Pacitan Menguat, Triwulan II 2026 Tumbuh 7,12 Persen
Pacitan,Liputan68.com-Perekonomian Kabupaten Pacitan menunjukkan geliat yang semakin kuat pada Triwulan II 2026. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ekonomi daerah berjuluk Kota 1001 Gua itu tumbuh 7,12 persen secara year on year (y-on-y).
Pertumbuhan tersebut menjadi gambaran bahwa aktivitas ekonomi di Pacitan terus bergerak, ditopang sejumlah sektor utama yang mengalami peningkatan kinerja. Dari sisi produksi, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyangga terbesar struktur ekonomi Pacitan, dengan kontribusi mencapai 28,36 persen.
Kepala Bagian Pemerintahan dan Kerja Sama Setda Pacitan, Hesti Suteki, mengatakan, berdasarkan data BPS, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Pacitan pada Triwulan II 2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp6,22 triliun. Sementara atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3,63 triliun.
Jika dibandingkan dengan Triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi Pacitan mencapai 7,12 persen. Sedangkan secara quarter to quarter (q-to-q), ekonomi Pacitan tumbuh 3,22 persen dibandingkan Triwulan I 2026.
“Pertumbuhan tersebut tidak berdiri sendiri. Sejumlah lapangan usaha mencatat peningkatan aktivitas sepanjang periode April hingga Juni 2026,” katanya, Kamis (17/9).
Pertanian Tetap Menjadi Penopang Utama
Sektor pertanian menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi Pacitan. Secara y-on-y, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh 10,18 persen.
Peningkatan itu antara lain didorong oleh bertambahnya produksi berbagai komoditas tanaman pangan, perkebunan, dan kehutanan. Produksi porang mulai memasuki masa panen dengan dukungan harga jual yang cukup tinggi. Komoditas nilam, kopi, dan kelapa juga mengalami peningkatan produksi.
Di sektor kehutanan, produksi kayu jati dan mahoni turut menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara q-to-q, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh 8,46 persen. Faktor musiman turut memberikan pengaruh, terutama terhadap peningkatan produksi komoditas hortikultura, perkebunan, dan kehutanan.
Pariwisata Ikut Menghidupkan Aktivitas Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi Pacitan juga mendapat dorongan dari meningkatnya aktivitas pariwisata dan mobilitas masyarakat.
Lapangan usaha Jasa Lainnya mencatat pertumbuhan q-to-q tertinggi, yakni 8,87 persen. Peningkatan ini antara lain dipengaruhi bertambahnya aktivitas rekreasi dan kegiatan wisata selama periode liburan sekolah.
Efeknya merambat ke sejumlah sektor lain. Penyediaan akomodasi dan makan minum, transportasi dan pergudangan, hingga perdagangan turut mengalami peningkatan seiring bertambahnya aktivitas masyarakat dan wisatawan.
Sektor perdagangan, misalnya, tumbuh 6,15 persen secara y-on-y. Peningkatan perdagangan besar dan eceran didorong aktivitas distribusi barang yang mengikuti pertumbuhan sektor produksi seperti pertanian dan industri pengolahan, sekaligus meningkatnya permintaan masyarakat selama liburan sekolah.
Belanja Pemerintah Tumbuh Paling Tinggi. Dari sisi pengeluaran, Konsumsi Pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi.
Secara y-on-y, konsumsi pemerintah tumbuh 20,72 persen. Sedangkan secara q-to-q pertumbuhannya mencapai 20,89 persen.
Peningkatan tersebut, sambung Hesti, berkaitan dengan naiknya belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta mulai terealisasinya berbagai belanja sosial. Program Social Transfer in Kind (STiK), termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut menjadi bagian dari dinamika konsumsi pemerintah pada periode tersebut.
Selain konsumsi pemerintah, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga mengalami pertumbuhan. Secara y-on-y, PMTB tumbuh 9,86 persen.
Aktivitas pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi serta percepatan pembangunan gedung KDKMP ikut mendorong peningkatan investasi fisik. Pengadaan sarana dan prasarana pendukung, kendaraan operasional, serta berbagai fasilitas juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan PMTB.
Sementara itu, konsumsi rumah tangga yang memiliki porsi terbesar dalam struktur PDRB, yakni 75,06 persen, tumbuh 5,49 persen secara y-on-y. Aktivitas masyarakat pada momentum Hari Raya Idulfitri, Iduladha, serta liburan sekolah turut menggerakkan konsumsi makanan, pakaian, dan transportasi.
Pacitan Tumbuh di Tengah Dinamika Kawasan
Dalam perbandingan wilayah Selingkar Wilis dan Lintas Selatan, pertumbuhan ekonomi Pacitan secara y-on-y sebesar 7,12 persen tercatat berada di posisi ketiga. Sementara secara q-to-q, pertumbuhan Pacitan sebesar 3,22 persen.
“Angka tersebut menunjukkan bahwa geliat ekonomi Pacitan tidak hanya bersumber dari satu sektor. Pertanian tetap menjadi fondasi, sementara perdagangan, konstruksi, pariwisata, konsumsi masyarakat, serta belanja pemerintah ikut membentuk denyut ekonomi daerah,”jelas Hesti.
Di tengah struktur ekonomi yang masih kuat bertumpu pada sektor pertanian, peningkatan aktivitas wisata dan pembangunan fisik memberikan warna baru terhadap pergerakan ekonomi Pacitan sepanjang Triwulan II 2026.
Dengan pertumbuhan 7,12 persen secara tahunan, Triwulan II 2026 menjadi salah satu potret penting bagaimana berbagai aktivitas ekonomi di Pacitan saling berkelindanโdari sawah dan kebun, geliat perdagangan, arus wisatawan, hingga pembangunan infrastruktur dan belanja pemerintahโuntuk menggerakkan perekonomian daerah.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan