Liputan BERITA

Lulusan SMK Dituntut Siap Kerja, Pemkab Pacitan Dorong Penguatan Link and Match

Ditulis oleh Yuyun Abdhi pada 18 September 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com-Pendidikan vokasi dituntut tidak sekadar mencetak lulusan, tetapi juga mampu menyiapkan tenaga kerja yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pacitan mendorong penguatan link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan dunia kerja.

Upaya tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kunjungan Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Prayitno, ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pacitan, Kamis (17/9/2026).

Dalam kunjungan itu, Prayitno berdiskusi dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pacitan Sasmito Pribadi dan Kepala Seksi SMK Suhendro. Pembahasan mengerucut pada perkembangan pendidikan vokasi, terutama jurusan-jurusan SMK yang memiliki tingkat peminat tinggi sekaligus membuka peluang kerja cukup luas.

Sejumlah bidang keahlian menjadi perhatian, di antaranya Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), pariwisata, tata busana, otomotif, bisnis dan manajemen, serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Pilihan terhadap berbagai bidang tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja sekaligus potensi pengembangan ekonomi. Tantangannya, lulusan SMK tidak hanya perlu memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja yang terus berkembang.

Dari pembahasan tersebut diketahui sekitar 30 persen lulusan SMK melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sementara sebagian besar lainnya memilih memasuki dunia kerja, baik di Pacitan maupun merantau ke berbagai daerah.

Untuk mempertemukan lulusan dengan dunia kerja, kegiatan job fair secara berkala digelar melalui kerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja.

Di sisi lain, kesempatan bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan juga difasilitasi melalui penyelenggaraan edu fair secara berkala.

Peluang kerja bahkan terbuka hingga ke luar negeri. Sejumlah perusahaan asing menawarkan kesempatan kepada lulusan SMK untuk mengembangkan karier. Namun, jalan menuju pekerjaan tersebut tidak selalu mulus.

Masih terdapat calon tenaga kerja yang gagal pada tahapan wawancara. Salah satu persoalan yang mengemuka dalam diskusi adalah belum optimalnya dukungan orang tua terhadap anak-anak yang memiliki minat bekerja di luar negeri.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesiapan memasuki dunia kerja tidak hanya menyangkut keterampilan teknis. Dukungan lingkungan keluarga, kesiapan mental, kemampuan berkomunikasi, hingga keberanian mengambil peluang juga menjadi bagian penting dalam perjalanan lulusan SMK menuju dunia kerja.

Karena itu, Prayitno menekankan pentingnya membangun hubungan yang semakin erat antara SMK dan dunia usaha serta dunia industri. Kebutuhan industri diharapkan dapat menjadi salah satu pijakan dalam membentuk kompetensi peserta didik sejak berada di bangku sekolah.

Selain penguatan link and match, optimalisasi program magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) juga dinilai memiliki peran strategis. Peserta didik perlu mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan kerja agar tidak mengalami kesenjangan ketika kelak memasuki dunia profesional.

Melalui PKL yang dirancang sesuai kebutuhan industri, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa dengan ritme, budaya, standar, dan tuntutan pekerjaan yang sesungguhnya.

β€œLink and match serta optimalisasi program magang atau PKL perlu terus diperkuat agar peserta didik benar-benar siap mencari dan mendapatkan pekerjaan setelah lulus sekolah. Dengan demikian, peluang penyerapan tenaga kerja dapat meningkat dan angka pengangguran dapat ditekan,” ujar Prayitno.

Penguatan pendidikan vokasi tersebut diharapkan menjadi jembatan yang semakin kokoh antara ruang kelas dan dunia kerja. Dengan kompetensi yang tepat, pengalaman yang cukup, serta dukungan ekosistem pendidikan dan keluarga, lulusan SMK diharapkan mampu mengubah keterampilan yang dimiliki menjadi peluang kerja dan masa depan yang lebih baik.(Red/yun).

Ditulis oleh Yuyun Abdhi

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian