Liputan BERITA

Antara Fakta dan Harapan: Menakar Peluang Sembuhnya Hipertensi Bersama Kepala Dinkes Pacitan, dr. Daru Mustikoaji

Ditulis oleh Yuyun Abdhi pada 18 September 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com-Di tengah riuh edukasi gaya hidup sehat, satu pertanyaan mendasar yang paling sering mengusik pikiran masyarakat—terutama para penderita tekanan darah tinggi—akhirnya terjawab: apakah hipertensi benar-benar bisa disembuhkan?

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, memberikan penjelasan mendalam yang membuka mata. Secara medis mutlak, hipertensi primer atau esensial—jenis yang paling umum dijumpai di masyarakat—tidak dapat disembuhkan secara total hingga hilang tanpa bekas. Namun, kabar baiknya adalah penyakit ini sangat bisa dikendalikan (controllable).

“Hipertensi memang bukan seperti penyakit infeksi yang setelah minum antibiotik lalu sembuh total dan hilang. Tetapi, hipertensi bisa dikontrol dengan sangat baik hingga tekanan darah mencapai batas normal,” tutur dr. Daru Mustikoaji, Jum’at (18/9).

Daru menekankan bahwa vonis hipertensi bukanlah akhir dari kualitas hidup seseorang. Kunci utama pengelolaan ‘si pembunuh senyap’ (silent killer) ini terletak pada konsistensi dan kesadaran diri. Terdapat dua pilar utama dalam mengendalikan tekanan darah tinggi agar penderita tetap bisa hidup berdampingan secara harmonis dan produktif:

Kepatuhan Terapi Farmakologis:

Mengonsumsi obat penurun tekanan darah secara teratur sesuai anjuran medis, tanpa menghentikannya secara sepihak meski tubuh sudah terasa segar.

Modifikasi Gaya Hidup Sehat:

Mengadopsi pola makan rendah garam (diet DASH), aktif bergerak melalui olahraga teratur, mengelola stres dengan bijak, serta menjauhi asap rokok dan alkohol.

“Pengendalian yang disiplin bukan sekadar menjaga angka pada alat tensimeter, melainkan langkah vital untuk melindungi organ-organ krusial seperti jantung, ginjal, dan otak dari ancaman komplikasi mematikan seperti stroke maupun gagal jantung.

Meski hipertensi adalah kawan perjalanan yang tak bisa sepenuhnya diusir, dengan kepedulian dan gaya hidup yang tepat, kita memegang kendali penuh atas arah dan kualitas hidup kita sendiri,”pungkasnya.(Red/yun).

Ditulis oleh Yuyun Abdhi

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian