Liputan PERISTIWA

Perempuan Tewas Mengenaskan Dengan Bambu Menancap di Tubuh

Ditulis oleh Liputan68 pada 5 Februari 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Liputan68.com, Garut – Penemuan sesosok mayat peremuan dengan bambu menancap di tubuh membuat warga pagi hari geger di Kampung Tegalpanjang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut. Jumat (5/2/2021).

Diketahui mayat perempuan bernama Weni Tania yang ditemukan di kebun milik warga.

“Kejadiannya tadi pagi sekitar jam 09.00-an, mayatnya ditemukan di sungai kecil di belakang Pabrik PT Japfa,” kata Fahmy Fadhil (27) warga Tegalpanjang kepada Tribun melalui sambungan telepon.

Dia mengatakan, mayat tersebut memakai kaus berwarna kuning dan celana jeans berwarna biru.

Kapolsek Wanaraja, Kompol Oon Suhendar, mengatakan. perempuan itu diperkirakan sudah meninggal sejak tiga hari lalu.

“Umur belum diketahui dan mayat tersebut dalam keadaan tengkurap dan sudah membengkak, mengeluarkan bau busuk. Diperkirakan, mayat tersebut sudah tiga hari berada di tempat tersebut,” ujar Oon Suhendar.

Oon melanjutkan, saat kondisi mayat ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan lubang anus tertancap bambu.

“Di lubang anus tertancap sebilah bambu yang berukuran kurang lebih 60 sentimeter,” ucapnya.
Mayat sudah dievakuasi.

Mayat perempuan tersebut bernama Weni Tania, warga Kampung Ciloa Tengah, RT 003/RW 003, Desa Sindangratu, Kecamatan Wanaraja.

Viki Ruspiandi (21) mengungkap identitasnya. Viki merupakan sahabat Weni Tania. Viki dan Weni sama-sama sekolah di SMK PGRI Wanaraja (SMEA Aceng).

Dia mengatakan sahabatnya itu dikenal pendiam saat di sekolah. Viki menyebut dirinya dan korban telah bersama satu kelas hingga lulus.

“Saya dan Weni sudah dari kelas 10 hingga lulus satu kelas terus. Dia orang baik” kata Viki.
Ia menyebutkan Weni adalah orang yang pendiam sejak duduk di bangku SMA dan terkadang suka nangis tanpa sebab.

“Kalau di kelas juga suka diam enggak banyak bicara, kadang suka nangis tanpa sebab. Sama saya sering ditanya kenapa, tapi tidak pernah mau jawab, dipendam sendiri saja kayaknya,” ucapnya.
Setelah lulus sekolah Viki mengatakan sudah tidak berkomunikasi lagi dengan Weni.

“Paling ketemu di status Facebook. Kaget saat tahu yang penemuan mayat itu adalah saha”.Kita meluncur ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan selanjutnya dilakukan olah TKP,” katanya. (Red/IS)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian