Liputan BISNIS

Jembatan Grand Wisata Bekasi dan Penampakan Elevated Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Ditulis oleh Liputan68 pada 15 Maret 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Liputan68.com | PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang baru saja kelar merampungkan Konstruksi, yakni struktur elevated bertipe contininuous beam di area Bekasi. Kontruksi ini merupakan salah satu bagian tersulit dalam pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Proyek KCJB ini memiliki tingkat kesulitan tinggi dan konstruksi terpanjang. Pasalnya, jembatan sepanjang 2,7 kilometer itu dibikin di atas jembatan cable stayed Grand Wisata di atas akses ramp jalan tol Jakarta-Cikampek.

Proyek kereta cepat menyambung elevated terpanjang di jembatan Grand Wisata Bekasi. Foto: Dok. KCIC

Corporate Secretary KCIC, Mirza Soraya, menjelaskan jarak vertikal antara bagian bawah box girder ke cable stayed Grand Wisata Bekasi hanya terpaut 4.47 meter. Atas dasar itu, pengerjaan proyek di titik ini melibatkan 140 pekerja.

“Tersambungnya struktur elevated ini merupakan bukti matangnya koordinasi untuk mendapatkan sinkronisasi yang tepat, sehingga pembangunan yang sulit ini dapat dilaksanakan dengan lancar, aman dan zero accident,” jelas Mirza dalam keterangan tertulis, Minggu (14/3) seperti yang dikutip dari Kumparan.com.

Dengan rampungnya struktur elevated ini, proses pengerjaan trase proyek KCJB bisa lebih cepat. Jembatan ini diproyeksikan bisa dilalui transporter dan launcher beam, teknologi untuk mendistribusikan box girder dari Casting Yard di Cikarang.

Proyek kereta cepat menyambung elevated terpanjang di jembatan Grand Wisata Bekasi. Foto: Dok. KCIC
Sampai saat ini, instalasi box girder di seluruh trase telah lebih dari 320 buah atau setara 10 km. Seluruh trase kereta cepat ditargetkan dapat terangkai akhir 2021.

“Di tengah pandemi COVID-19 saat ini, Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung terus berprogres dengan senantiasa mengedepankan kesehatan dan keselamatan karyawan, melalui protokol pencegahan COVID-19 yang sangat ketat serta profesionalisme tinggi dalam proses konstruksi untuk menjaga kualitas dan produktivitas pembangunan proyek KCJB,” pungkas Mirza.

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian