Liputan PENDIDIKAN

Prof Sriminda Murni: Bila Ingin Anak Sukses, Cermatlah Dalam Memperlakukan Anak di Usia Dini

Ditulis oleh Liputan68 pada 23 Juni 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Secara interaktif dan dalam suasana kebersamaan, sosok Ibu yang lama malang melintang di dunia pendidikan bersama sang suami, H Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd, Wakil Bupati Pakpak Bharat  tersebut mengajak orangtua murid dan guru untuk menyamakan persepsi tentang bagaimana PAUD harus diselenggarakan menuju Pakpak Bharat yang nduma.

“Bila ingin anak sukses di masa depannya, cermatlah dalam memperlakukan anak di usia dini. Setiap tindakan dan perkataan disaring seselektif mungkin agar anak mendapatkan lingkungan yang dapat secara maksimal mengembangkan otak dan kepribadiannya”, papar nya di lokasi acara

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa ketika anak lahir terdapat 100 miliar sel di dalam otaknya dan 50 persen sel akan tersambung satu sama lain di usia dini. Ada 3 hal yang dapat dilakukan orangtua dan guru dalam mengembangkan sel otak anak: PERHATIAN, KONTAK MATA, DAN KOMUNIKASI. Prof Minda mengajak seluruh orangtua murid dan guru untuk mengulang 3 hal ini secara bersama-sama agar tidak lupa.

Perhatian dilakukan dengan memberi pelukan sesering mungkin. Kontak mata dilakukan dengan mensejajarkan mata orang dewasa dan anak ketika berbicara. Untuk itu orangtua dan guru harus merendahkan tubuhnya pada saat berbicara dengan anak. Komunikasi dilakukan dengan menyediakan waktu bercakap-cakap dengan anak sesering mungkin tentang apa saja. Pesan-pesan moral diberikan dengan suara rendah dan lembut agar masuk ke dalam jiwa anak.

Lingkungan yang sehat bagi perkembangan anak mutlak diciptakan. Beliau mengibaratkan sebuah baskom berisi air yang dimasukkan spons di dalamnya. Apabila air di dalam baskom jernih maka anak akan menyerap hal-hal baik, sebaliknya apabila air di dalam baskom kotor, maka anak akan meyerapnya pula. Ilustrasi air kotor yang dimaksud antara lain hubungan ayah dan ibu yang tidak sehat. Oleh karena itu Prof. Minda menghimbau seluruh orangtua untuk memperbaiki hubungan dan komunikasi diantara mereka berdua, tambahnya kemudian

Prof. Minda berharap bahwa orangtua dan guru PAUD di 52 desa di seluruh kecamatan dapat menyadari dan merealisasikan hal yang sama, sederap melangkah menuju Pakpak Bharat nduma.

(LM-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian