Liputan INTERNASIONAL

Momen Keakraban Jokowi & Biden Jadi Sorotan Pemimpin Dunia saat KTT G7

Ditulis oleh Liputan68 pada 28 Juni 2022 • ⏱️ 2 Menit Baca

Jerman – Liputan68.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Elmau, Jerman sejak, Senin (27/06/2022). Hal ini dalam rangka pertemuan bilateral di Sela KTT G7.

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi menjadi sorotan para pemimpin dunia yang hadir dalam KTT G7 itu.

Saat hendak sesi foto, Jokowi tampak dicolek dan diajak jabat tangan oleh Perdana Menteri Jepang, Fumio Khisida. Keduanya saling sapa dan berbincang akrab.

Kemudian, Jokowi juga diajak bicara dengan Presiden Amerika, Joe Biden. Biden mengajak Jokowi berjabat tangan. Keduanya kemudian saling berangkulan satu sama lain.

Momen ini menjadi viral salah satunya diunggah oleh akun Tiktok @kyyy_day

https://www.tiktok.com/@kyyy_day/video/7114160432675376410?is_from_webapp=1&sender_device=pc&web_id=7108312856810997249

Seperti diketahui, dalam lawatannya tersebut, Presiden Jokowi mengajak negara-negara G7 untuk berkontribusi memanfaatkan peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia. Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri KTT G7 sesi working lunch bertopik perubahan iklim, energi, dan kesehatan, di Elmau, Jerman, Senin, (27/06/2022).

“Terutama peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia, termasuk pengembangan ekosistem mobil listrik dan baterai litium,” ucap Jokowi.

Menurut Jokowi, potensi Indonesia sebagai kontributor energi bersih, baik di dalam perut bumi, di darat, maupun di laut, sangat besar. Indonesia membutuhkan investasi besar dan teknologi rendah karbon untuk mendukung transisi menuju energi bersih yang cepat dan efektif.

“Indonesia membutuhkan setidaknya 25-30 miliar USD untuk transisi energi 8 tahun ke depan. Transisi ini bisa kita optimalkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi, membuka peluang bisnis, dan membuka lapangan kerja baru,” tuturnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan, di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya, risiko perubahan iklim sangat nyata, terlebih apalagi Indonesia adalah negara kepulauan 17.000 pulau. Risikonya bukan hanya mengganggu kesehatan, namun membuat petani dan nelayan dalam kesulitan.

“Dukungan semua negara G7 di Presidensi Indonesia di G20 sangat kami harapkan. Sampai bertemu di Bali. Terima kasih,” pungkas Jokowi.

2 dari 3 halaman

“Terutama peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia, termasuk pengembangan ekosistem mobil listrik dan baterai litium,” ucap Jokowi.

3 dari 3 halaman

“Dukungan semua negara G7 di Presidensi Indonesia di G20 sangat kami harapkan. Sampai bertemu di Bali. Terima kasih,” pungkas Jokowi.(SS)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian