Liputan BERITA

Lestarikan Lingkungan Hidup, Tasta Zoo Tetapkan Program Berbasis Edukasi Konservasi

Ditulis oleh Liputan68 pada 19 September 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

LIPUTAN68.COM, Tabanan | Tasta Zoo merupakan perusahaan yang memiliki visi dan misi yang kuat terhadap pelestarian alam melalui aktivitas konservasi, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. SK. 85/Menlhk/Setjen/KSA.2/2/2020.

Pada umumnya, Tasta Zoo memiliki koleksi satwa hampir sama dengan lembaga konservasi lainnya, yang berisi ratusan koleksi burung dan satwa konservasi, seperti gajah Sumatera, orang hutan Kalimantan dan beruang madu.

“Tasta Zoo ini, didirikan, karena kecintaan Owner Nyoman Adi Wiryatama dan Ny. Ningsih Wiryatama terhadap satwa dan semangat Owner, untuk turut berperan aktif dalam pelestarian lingkungan hidup,” kata Marketing Komunikasi, Cyndy Claudia, saat dikonfirmasi di Tabanan, Senin, 19 September 2022.

Menurutnya, orientasi Tasta Zoo adalah edukasi konservasi. Oleh karena itu, program yang dilakukan dengan metode pendekatan kepada alam, khususnya satwa dan tanaman langka, sehingga program-program yang pada umumnya dijalankan di obyek wisata lainnya, tidak semua dilaksanakan di Tasta Zoo.

Disebutkan, target pengunjungnya masyarakat umum, sesuai visi dan misi Tasta Zoo. Namun, sesuai program konservasi, pihaknya menetapkan fokus pada segmen edukasi, karena Tasta Zoo ingin berperan aktif dalam pendidikan lingkungan hidup.

Apalagi, Tasta Zoo memiliki program building character berbasis edukasi konservasi dengan metode kontenstual yang meliputi observasi, diskusi dan pengembangan karakter pelestarian lingkungan hidup.

Terkait rekanan kerja Tasta Zoo, Cyndy Claudia menerangkan, bahwa pihaknya memilih berpartner utama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Bali, dikarenakan, mereka sangat berperan aktif memberikan arahan dan bimbingan kepada Tasta Zoo terkait perizinan dan tata kelola lembaga konservasi yang semestinya.

“Astungkara, 10 September kemarin, telah lahir anak beruang madu. Hal ini, menunjukkan kebanggaan Tasta Zoo sebagai lembaga konservasi yang dapat melaksanakan amanahnya, yaitu merawat dan mengembangkan satwa dengan baik,” ungkapnya.

Selanjutnya, Cyndy Claudia berharap, agar Tasta Zoo dapat menjadi lembaga konservasi yang dipercaya dan amanah dalam melaksanakan kegiatannya sebagai wujud peran serta Tasta Zoo kepada pemerintah, dalam pelestarian lingkungan hidup.

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat luas, khususnya para orangtua, untuk berperan aktif memberikan pendidikan lingkungan hidup sedini mungkin.

“Kita harus memiliki komitmen kuat dalam menjaga lingkungan hidup untuk generasi penerus kita nanti. Dengan membayar HTM Tasta Zoo, maka para pengunjung sudah berpartisipasi dan ikut berdonasi memelihara lingkungan yang kita cintai bersama,” pungkasnya. (red).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian