Urun Rembuk: Pendiri KMP Berharap Agar Koalisi Perubahan Berkoordinasi Dengan KPK Seputar Dugaan Korupsi Dibalik Penyelenggaraan Formula E Sebelum Tentukan Capres
Pacitan- Pegiat LSM di Pacitan, sampaikan pendapatnya terkait wacana akan majunya mantan Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan, di panggung politik pemilu presiden 2024 dari koalisi perubahan, yaitu Partai Nasdem, Demokrat dan PKS.
Dewan pendiri Komunitas Masyarakat Pacitan (KMP), Moh Saptono Nugroho dalam siaran persnya mengingatkan kepada koalisi perubahan, agar lebih selektif lagi menentukan calon presidennya.
Terlebih belakangan ini, nama Anis banter disebut-sebut sebagai bakal calon presiden yang hendak diusung tiga partai politik menengah tersebut. “Agar usaha keras mereka (koalisi perubahan, Red) tidak sia-sia. Karena itu, cermati dulu sebelum memutuskan siapa calon presiden yang akan mereka usung,” kata mantan legislator dari PKP ini, Kamis (02-02-2023).
Soal mantan Gubernur DKI Jakarta yang sekarang ini lagi nge-hits sebagai bacapres yang akan diusung Demokrat, Nasdem dan PKS, Moh Saptono Nugroho menegaskan, nantinya jangan menyalahkan pemerintah atau KPK terkait dugaan penyalahgunaan keuangan saat event Formula E yang pernah diselenggarakan di Jakarta lalu.
“Proses penyelidikan kasus dugaan korupsi dibalik penyelenggaraan Formula E yang tengah ditangani KPK masih belum ada kejelasan. Mestinya kasus tersebut segera ditingkatkan menjadi penyidikan dan ada penetapan tersangka. Ini yang harus diperhatikan secara jeli dan profesional oleh koalisi perubahan. Apakah Anis terlibat atau tidak, KPK yang lebih memahami,” beber Moh Saptono Nugroho.
Diakuinya, kasus dugaan korupsi dibalik penyelenggaraan Formula E, tidak ada korelasinya dengan pencapresan. “Ini harus dipandang profesional, bahwa Formula E memang tidak ada hubungannya dengan capres.
Proses penyelidikan Formula E oleh KPK, sudah berjalan lama. Sehingga wajar apabila dalam proses penyelidikan akan segera ditingkatkan ke level penyidikan dan akan ada penatapan tersangka. Apakah Anis terlibat? KPK yang lebih tau soal itu,” katanya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Saptono ini mengatakan, kinerja koalisi akan menjadi pembicaraan yang mubadzir dan buang-buang waktu, kalau seandainya bakal capres yang hendak mereka usung terjerat kasus korupsi di event Formula E.
“Sekedar urun rembuk, harusnya partai tersebut bertanya ke KPK, kasus Formula E itu ada indikasi korupsi atau tidak. Sehingga apa yang dilakukan Partai Nasdem, Demokrat dan PKS, bukanlah kegiatan yang mubadzir.
Tanyakan ke KPK , minta kejelasannya, Anis itu layak atau tidak jadi capres,” tukasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan