Liputan BERITA

Capres Prabowo Tunjukan Sikap Kenegarawanan. Tak Malu Mengakui Banyak Belajar Politik Dari Jokowi

Ditulis oleh Liputan68 pada 22 November 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Mengalah bukan berarti kalah. Kalau orang Jawa bilang, “ngalah kui luhur wekasane”. Ungkapan tersebut dimaknai, seseorang yang rendah hati, sabar akan mendapatkan kesempurnaan dikemudian hari.

Begitulah sikap kenegarawanan yang dimiliki Capres Prabowo Subianto. Meski sempat dua kali kalah pada kontestasi Pilpres, namun tak lantas membuat dirinya dendam atau sakit hati kepada calon yang menang.

“Saya ini dua kali pemilu dikalahkan Pak Jokowi. Sekarang saya belajar terus dari beliau. Nggak usah malu-malu belajar. Bener nggak?” kata mantan Pangkostrad itu di suatu acara.

Sebagai Ketum DPP Partai Gerindra, Prabowo mengakui kalau soal politik masih banyak belajar dari Presiden Jokowi. Namun soal pertahanan, dialah jagonya.

“Kalau soal pertahanan, geo politik tanya Prabowo Subianto. Kalau soal politik ya saya harus banyak bertanya sama beliau (Presiden Jokowi),” jelasnya.

Dalam menghadapi sengitnya kontestasi Pilpres 2024, Prabowo juga tak lepas dari terpaan fitnah sangat keji. Ia pun dituduh ini dan itu. “Jadi saya dituduh macam-macam tapi saya sudah kenyang . Sekian puluh tahun dituduh, saya kadang-kadang bangun pagi lihat wajah saya di kaca. Kaya apa, kenapa kau dituduh terus.

Kenapa ini? Saya bertanya sama diri saya sendiri. Tapi akhirnya saya serahkan sama yang maha kuasa. Apa aja dituduh ya kan,” bebernya.

Namun begitu, bagi Prabowo yang lebih utama adalah rasa cinta kepada negara dan bangsa Indonesia. Itulah salah satu alasan yang mendasari ia harus bergabung dengan rival politiknya saat Pilpres lalu.

“Saya diminta bergabung sama Pak Jokowi. Dan saya bergabung karena rasa cinta saya kepada negara dan bangsa Indonesia.

Pak Jokowi juga mengajak saya karena beliau memikirkan kepentingan bangsa dan negara. Sehingga saya beritahu sama semua yang mau denger disekitar saya, ” tutur purnawirawan jenderal bintang tiga TNI AD ini.

Lebih lanjut Prabowo menegaskan, mengabdi untuk negeri, harus bisa mengesampingkan kepentingan pribadi maupun golongan. “Dalam kita mengabdi kepada bangsa dan negara tidak ada tempat untuk perasaan pribadi. Tidak ada tempat untuk ego, tidak ada tempat untuk suka dan tidak suka.

Yang ada, harus keinginan berbakti dan mengabdi kepada negara dan bangsa rakyat Indonesia hanya itu,” Jelasnya.

Tanpa malu-malu, ia juga mengakui, bersama beberapa tokoh poltik tanah air, selama ini menjadi tim Presiden Jokowi.

“Bersama semua tokoh, saya tidak malu- malu adalah tim Pak Jokowi. Kita tidak malu-malu,” tukasnya. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian