Liputan BERITA

Idul Adha 2024, Imam Masjid Darussalam Sikumana Haji Rambeldini: Berkurban Harus Memiliki Sifat Saling Peduli

Ditulis oleh Liputan68 pada 18 Juni 2024 ⏱️ 2 Menit Baca
Imam Masjid Darussalam Sikumana, Drs. Haji. Rambeldini (kiri) didampingi Ketua Panitia, Patray Anwar, S.Sos (kanan)

NTT, Liputan68.com- Masjid Darussalam Sikumana Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan pemotongan hewan kurban sebanyak 29 ekor Sapi dan 46 ekor Kambing di halaman Masjid tersebut yang beralamat di Jalan Air Lobang II, Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Senin (17/6/2024).

Terlihat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tetap selalu menerapkan kebersihan dimana tempat pencucian dalaman perut handuk, dan lain-lain yang sudah disiapkan oleh panitia.

Ketua Panitia Masjid Darussalam Sikumana Kota Kupang, Patray Anwar, S.Sos mengatakan, Idul Adha merupakan hari besar bagi umat muslim, momen mempererat tali silaturahmi dengan cara berbagi hewan kurban bagi sesama baik muslim maupun non muslim.

“Dari 29 ekor ini kita selenggarakan dengan 3 sesi yang hari ini kita potong  7 ekor Sapi dan 13 ekor Kambing. Semua hewan kurban ini berasal dari sumbangan jamaah Masjid Darussalam Sikumana dan lembaga Rumah Zakat Kemanusiaan Jakarta yang bermitra dengan Yayasan Bhakti NTT.

Target kami yang akan disalurkan pada hari pertama sebanyak 500 kantong hewan kurban kepada Jamaah Sikumana dengan jumlah 282 Kepala Keluarga, dan kegiatan ini akan berlangsung sampai hari ketiga jumlah Sapi yang 29 ekor ini harus dipotong semua begitu juga Kambing 46 ekor harus terpotong,” ujar Patray Anwar.

Menurutnya kegiatan pemotongan hewan kurban ini merupakan bagian dalam mempererat kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat dan sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian serta ketaatan kepada perintah Allah.

“Kami sangat bersyukur karena tahun ini ada peningkatan dibanding tahun lalu,” ungkap Anggota TNI Koramil Batakte ini.

Sementara itu, Imam Masjid Darussalam Sikumana, Drs. Haji. Rambeldini menurutnya makna Idul Adha adalah berbagi, memberi dengan tulus dengan kerelaan berkurban untuk menciptakan dan mempererat rasa persaudaraan dengan sesama baik itu sesama umat muslim maupun non muslim.

“Orang berkurban harus memiliki sifat yang saling peduli dengan orang lain, bukan sifat untuk mementingkan diri sendiri.

Orang yang memiliki kemampuan untuk berkorban diwajibkan untuk berkurban dan berbagi dengan sesamanya dari hasil usahanya ini merupakan ajaran yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada umatNya  yang memiliki kelebihan ,sehingga jika kita tidak berkurban akan timbul rasa beban yang sangat berat,” tutup Hj.Rambeldini.

Dalam kegiatan ini hadir pemeriksaan hewan qurban, Dr.drh. Petrus Malo Bulu, MVSc, Dinas Peternakan Provinsi NTT FKH Undana Kupang Prodi Keswan Politeknik Pertanian Negeri Kupang, PDHI dan MUI Tahun 2024.

“Sebelum dan sesudah memotong hewan kurban ini kami lakukan pemeriksaan. Dan sejauh ini semua sehat dan layak dikonsumsi,” ungkap drh. Petrus Malo Bulu.***

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian